Minim Lahan, Korban Gempa Cianjur Sampai Rela Ngungsi Diatas Kuburan

by -
Korban gempa di Pacet, Kabupaten Cianjur, mesti rela membangun tenda darurat untuk pengungsian di atas pemakaman. (Giffar/Metropolitan)

METROPOLITAN.id – Gempa bumi yang terjadi di Kabupaten Cianjur, Senin 27 November lalu, masih menyisakan duka bagi para korban yang harus mengungsi lantaran kehilangan rumahnya yang rata dengan tanah. Bahkan, di beberapa lokasi, para pengungsi harus rela mendirikan tenda darurat di kawasan pemakaman atau kuburan.

Hal itu terjadi di Kampung Barukupa, Desa Sukatani, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur. Di mana warga harus rela membangun tenda darurat di atas 25 makam.

Memang, di beberapa tempat, para pengungsi masih menggunakan tenda alakadarnya dan belum mendapat bantuan pemerintah.

Sebanyak 60 jiwa, harus tidur bersebelahan dengan batu nisan. Kurangnya daerah atau lahan terbuka bagi warga untuk membangun tenda darurat di Kampung Barukupa ditengarai jadi penyebabnya.

Baca Juga  PKS Bogor Utara Perkuat Komitmen Kemenangan 2024 Lewat Konsolidasi Internal

Pilihan menjadikan pemakaman sebagai tempat tinggal sementara adalah pilihan terakhir bagi mereka.

Salah satu warga pengungsi, Rustinah (55) mengatakan sebetulnya, banyak lahan perkebunan yang bisa dijadikan tempat untuk membangun tenda.

Namun, perkebunan berada di sisi tebing yang bisa berpotensi menimbulkan tanah longsor.

“Seram kalau di kebun. Lebih baik di sini aja ah (lahan pemakaman, red),” kata Rustinah, kepada Metropolitan, Kamis 24 November 2022.

Di tempat yang sama, ketua RT 03 RW 03, Abdurahman mengatakan, sebanyak 65 KK terdampak gempa bumi Cianjur. 18 rumah warga rusak berat, empat rumah rusak sedang dan dua rumah rusak ringan.

“Seluruhnya ada 233 jiwa yang mengungsi. Kita bagi jadi beberapa posko tenda darurat. Yang salah satunya tenda di atas pemakaman ini,” tutup Abdurahman. (far/c/ryn)

Baca Juga  Pasar Tradisional Tak Pernah Sepi Pengunjung

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *