Niko Zulfikar Terpilih Secara Aklamasi Nahkodai IJTI Bogor Raya

by -

METROPOLITAN.id – Niko Zulfikar secara resmi menahkodai Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Bogor Raya dengan masa periode 2022-2026.

Pengukuhan Niko Zulfikar sebagai Ketua IJTI Bogor Raya sendiri dilakukan dalam agenda Musyawarah Kordinator Daerah (Muskorda) ke-2 IJTI Korda Bogor Raya yang dilaksanakan di Hotel Bianco, Kota Bogor pada Rabu (23/11).

Adapun, Niko Zulfikar yang terpilih secara aklamasi itu menggantikan kepemimpinan Ketua IJTI Bogor Raya yang dipegang Muhammad Juanda, wartawan dari Trans7.

Kabid Konvergensi IJTI Pusat, Endang Gunawan meminta agar IJTI Korda Bogor Raya dapat lebih kreatif di tengah kondisi era digital saat ini, serta dapat besirnergi dengan pemerintah daerah.

“Sinergi ini harus dilakukan sehingga apapun yang dilakukan IJTI harus mendapat dukungan dari pemerintah daerah. Intruksi dari pusat yakni rekan-rekan IJTI Korda Bogor Raya harus mengedepankan independensi dan profesionalitas,” kata Endang Gunawan.

Baca Juga  Truk Kontainer Terguling di Cileungsi, Kondisinya Bikin Geleng-geleng

Sementara itu, Ketua IJTI Korda Bogor Raya, Niko Zulfikar mengatakan, dalam waktu dekat akan merumuskan berbagai program IJTI kedepan.

“Selain sinergitas, kita akan terus memperkuat keanggota untuk tetap kompak, solid, dan terjalin komunikasi yang baik, termasuk merekrut anggota-anggota baru,” kata pria yang merupakan wartawan Kompas TV.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim mengucapkan selamat kepada pengurus IJTI Korda Bogor Raya yang baru saja dikukuhkan.

Dedie berharap IJTI Korda Bogor Raya dapat terus berkolaborasi dengan Pemkot Bogor, dan mewartakan hal-hal baik, positif dan memberikan inspirasi bagi masyarakat.

“Semoga IJTI dapat terus mewarnai perkembangan kemajuan digitalisasi media yang sekarang sedang digencarkan pemerintah,” imbuhnya.

Baca Juga  30 Tahun One Way System Puncak Beroperasi

Oleh karenanya, IJTI Periode 2022-2025 harus terus berinovasi, bagaimana Kota Bogor bisa dikenalkan kepada publik agar Kota Bogor semakin maju dan berkembang.

“Sejauh ini tanpa ada pemberitaan dari IJTI tidak mungkin Kota Bogor dapat dikenal begitu luas,” tandasnya. (rez)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *