PHK Massal Picu Klaim Jaminan Kehilangan Pekerjaan Melonjak 105%

by -
ILUSTRASI: Ratusan karyawan hendak mengklaim program Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) usai terkena PHK massal di kantor BPJS Ketenagakerjaan.

METROPOLITAN – Jumlah klaim program Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) meningkat 105% pada Oktober 2022 dibandingkan September 2022. Meningkatnya klaim JHT berbarengan dengan isu PHK massal yang menimpa buruh di sektor garmen dan tekstil.

Berdasarkan data Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan, klaim JKP yang dibayarkan pada Oktober adalah Rp2,1 miliar. Sedangkan di September adalah Rp1,05 miliar. Artinya ada kenaikan pembayaran klaim JKP jadi Rp1,11 miliar.

Jumlah total klaim JKP yang dibayarkan per Oktober 2022 adalah Rp7,09 miliar. Secara total, manfaat JKP yang sudah dibayarkan adalah Rp25 miliar ke 6.872 penerima manfaat.

”Per poisi hari ini penerima JKP adalah enam dari total manfaat JKP Rp25 miliar. Kalau dilihat, di Oktober ini terjadi peningkatan dua kali lipat dari 1.056 ke 2.169,” kata Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Anggoro Eko Cahyo dalam Rapat Dengar Pendapat bersama DPR RI, Selasa (15/11).

Baca Juga  Mengsedih! 50 Persen Pegawai Mal di Bekasi Kena PHK

Sementara itu, bidang yang paling banyak mengajukan JKP adalah industri barang konsumsi, termasuk rokok, tekstil, dan pakaian dengan persentase mencapai 40%. Kemudian industri dasar dan kimia sebesar 23%, dan perdagangan dan jasa mencapai 21%.

Dari penerima JPK yang mencapai 6.872 orang, 3.000 di antaranya sudah bekerja kembali. Rinciannya, penerima upah sebanyak 430 orang, bukan penerima upah 2.566, dan pekerja migran empat orang.

”Dari 3.000 penerima JKP yang bekerja kembali, mereka yang kembali menjadi penerima upah, artinya penerima gaji adalah 430 orang. Mereka yang bukan penerima upah, artinya menjadi pekerja mandiri 2.500 orang,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Anggoro turut membahas klaim Jaminan Hari Tua (JHT). Menurutnya, 61% dari jumlah yang mengklaim JHT berada di posisi usia produktif. Kisarannya umurnya adalah 20-35 tahun.

Baca Juga  Ritel Makin Lesu, Ribuan Karyawan Kena PHK

”Sebesar 61% mereka (yang klaim JHT, red) ada di usia produktif 20 sampai 35 tahun,” ungkapnya. (dtk/eka/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *