Resesi Terus Menghantui Banyak Negara

by -
GRAFIK: Kinerja neraca dagang Indonesia hingga Agustus 2022 tercatat selalu positif.

METROPOLITAN – Banyak negara diperkirakan masuk jurang resesi tahun depan. Namun, Indonesia diproyeksi jauh dari resesi meski ada risiko perlambatan ekonomi.

Chief Investments Officer PT Insight Investments Management (Insight), Camar Remoa, menjelaskan ada beberapa faktor yang membuat kondisi perekonomian Indonesia masih lebih kuat dibandingkan negara-negara lain.

Sebutnya, pertama, kinerja neraca dagang Indonesia hingga Agustus 2022 tercatat selalu positif, ditopang peningkatan ekspor komoditas batu bara, kelapa sawit, dan nikel. Bahkan, total nilai surplus neraca dagang sepanjang delapan bulan 2022 sudah hampir menyamai pencapaian neraca dagang Indonesia sepanjang 2021.

Kedua, kinerja neraca dagang Indonesia yang kuat pada tahun ini mampu menyokong nilai tukar rupiah, sehingga depresiasi rupiah saat ini tidak separah mata uang negara-negara lain.

Baca Juga  IM Sebut 31 Negara Masuk Jurang Resesi

Ketiga, dari awal 2022 pergerakan yield Surat Berharga Negara (SBN) tidak setinggi negara lain. Hal ini disebabkan outflow terjadi pada porsi kepemilikan investor asing di SBN yang terus menurun sejak periode pandemi Covid-19.

Keempat, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih tumbuh positif per 26 September 2022 dan mampu membukukan net inflow dibandingkan 2021.

”Berbagai kondisi, mulai dari kinerja neraca dagang Indonesia yang tetap positif, rupiah yang masih mampu bertahan, hingga aktivitas konsumsi masyarakat Indonesia yang masih terbilang cukup baik, tentunya membuat para investor bisa sedikit lebih tenang di tengah adanya kabar proyeksi resesi pada 2023 mendatang,” ungkap Camar.

Meskipun risiko perlambatan ekonomi tetap ada, bukan berarti menutup peluang di dunia investasi.

Baca Juga  BTM Mulai Terapkan Transaksi Non Tunai

Direktur Insight Investments Management, Ria Meristika Warganda, menyarankan agar para investor tetap melakukan diversifikasi investasi dengan memilih instrumen investasi yang tepat. Salah satu produk investasi yang direkomendasikan adalah reksa dana pasar uang.

”Secara historis pertumbuhan return (imbal hasil) Reksa Dana Insight Money sejak diluncurkan dari 26 Agustus 2015 jauh mengungguli benchmark-nya yaitu Infovesta Money Market Fund Index dan Infovesta 90 Money Market Fund Index,” tandasnya. (dtk/eka/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *