Waduh! Bangunan di Puncak Ini Diduga Lahap Garis Sempadan Sungai!

by -
PELANGGARAN: Sejumlah pembangunan di kawasan Puncak, Kabupaten Bogor, diduga melanggar aturan dengan memakan Garis Sempadan Sungai (GSS).

METROPOLITAN – Sejum­lah pembangunan di kawasan Puncak, Kabupaten Bogor, diduga langgar aturan dengan memakan Garis Sempadan Sungai (GSS). Banyaknya pembangunan di wilayah Puncak teridentifikasi melang­gar tata ruang fungsi batas sungai.

Salah seorang warga Kam­pung Jadayat, Desa Cipayung Girang, Ade Jaenudin, men­gatakan bahwa pembangunan itu diduga melanggar tata ruang sebagai upaya penga­manan penyelamatan fungsi pada sempadan sungai guna mencegah banjir.

”Ini pembangunan yang rencananya buat wisata di Puncak malah memakan sem­padan sungai, dan ini jelas-jelas berakibat banjir jika dibiarkan,” bebernya.

Banyaknya pembangunan, lanjutnya, selain bisa menga­kibatkan banjir karena penyempitan bibir sungai, di lokasi pembangunan itu di­duga tidak ada penataan tata ruang. Akibatnya, arus sung­ai terus menyempit dan mengancam kelestarian ling­kungan.

Baca Juga  Bus Butut Dilarang Naik ke Puncak

”Kalau saya lihat, pembangu­nan ini sudah menempel dengan arus air, dan jelas memakan bibir serta melanggar fungsi sempadan sungai,” ketusnya.

Bahkan, lanjut Ade, pembangunan proyek yang rencananya untuk wisata ini belum ada izin lingkungan, serta tidak ada tanda tangan persetujuan warga sekitar.

Terpisah, Pengawas Pembangunan Wilayah Me­gamendung Asep mengaku akan mengevaluasi ulang keberadaan pembangunan tersebut.

”Nanti kami coba periksa ulang berkas perizinan itu,” singkatnya.

Sementara itu, Timo, salah seorang pengelola pembangu­nan proyek tersebut, menga­ku sedang tidak di lokasi saat Metropolitan hendak men­gonfirmasi hal tersebut.

“Saya lagi tidak di tempat. Nanti saya tanyakan ke ma­najemen,” imbuhnya. (jal/ suf/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *