Wow! Buruh Minta Upah Naik 13% dan Tolak Omnibus Law

by -
AKSI: Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) dan Partai Buruh menggelar aksi unjuk rasa menolak omnibus law, beberapa waktu lalu.

METROPOLITAN – Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) dan Partai Buruh, Said Iqbal, meminta kenaikan upah minimum 2023 sebesar 13%. Pertimbangannya melihat angka inflasi dan pertumbuhan ekonomi.

Ia mengatakan, KSPI dan Partai Buruh menolak perhitungan kenaikan upah minimum menggunakan PP Nomor 36 Tahun 2021. Ada beberapa yang mendasari hal tersebut.

”Pertama, omnibus law sebagai dasar cantolan sudah dinyatakan inkonstitusional bersyarat. PP Nomor 36 Tahun 2021 sebagai turunan omnibus law tidak bisa lagi dijadikan dasar penetapan upah minimum,” katanya dalam konferensi pers virtual, Rabu (16/11).

Said Iqbal menambahkan, perhitungan dengan PP Nomor 35 Tahun 2021 hanya akan menaikkan upah minimum sebesar 2%-4% saja. Padahal, ia menyebut prediksi inflasi hingga Desember bisa mencapai 6,5%.

Baca Juga  UMKM Dapat Keringanan Biaya Listrik

”Karena itu, harus ada penyesuaian harga-harga barang dengan kenaikan upah. Kalau pakai PP Nomor 36 Tahun 2021 naiknya 2%-4%,” ungkapnya.

Terkait hal itu, Said Iqbal memberikan beberapa opsi. Salah satunya mendorong Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah menerbitkan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) khusus membahas upah minimum 2023.

”Menteri Ketenagakerjaan mengeluarkan Permenaker khusus untuk upah minimum UMP (Upah Minimum Provinsi), UMK (Upah Minimum Kabupaten/Kota) 2023 saja. Hanya bicara kenaikan UMP UMK 2023,” jelasnya.

Opsi lainnya adalah menggunakan PP Nomor 78 Tahun 2015. Perhitungan kenaikan UMP menggunakan aturan ini disebut memperhitungkan kenaikan inflasi dan pertumbuhan ekonomi.

Opsi kenaikan upah minimum 13% seperti permintaan buruh dihitung berdasarkan pertumbuhan ekonomi dan angka inflasi. Inflasi diperkirakan 6,5%, sedangkan pertumbuhan ekonomi 4%-5%.

Baca Juga  Pemkab Bogor Tetapkan UMK 2023 Rp4,6 Juta, Naik 10 Persen

”Kalau inflasi adalah 6,5% ditambah pertumbuhan ekonomi 4%, maka totalnya adalah 10,5%. Itulah kemudian Partai Buruh dan KSPI membulatkan jadi 13%,” paparnya.

Namun, Said Iqbal menyebut masih ada kompromi terkait angka kenaikan upah minimum. Menurutnya, angka kompromi kenaikan upah minimum berkisar di antara di atas 6,5% ditambah alfa produktivitas buruh, sampai dengan 13%.

Rencananya, usulan ini akan disampaikan buruh kepada Kemenaker. Said Iqbal berharap Menaker bisa memenuhi apa yang diusulkan buruh. (dtk/eka/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *