Rabu, 8 Februari 2023

Salahi Izin, Klinik Tradisional Tiongkok di Ancol Ditutup Paksa

- Selasa, 26 Januari 2016 | 09:05 WIB

METROPOLITAN.ID | Jakarta - Klinik kesehatan tradisional Tiongkok 'Thang Family Health Center' yang berada di Ancol, Jakarta Utara, ditutup petugas karena menggunakan izin tidak sesuai peruntukannya, Senin (25/1).

Klinik kesehatan itu beralamat di Ruko Grand Ancol Center Blok B Nomor 12 A, samping Hotel Alexis, Jalan RE Martadinata, Kelurahan Ancol, Kecamatan Pademangan, dan sudah beroperasi dalam sembilan tahun terakhir.

Petugas mendapati klinik tersebut mempekerjakan warga negara Tiongkok yang belum memiliki sertifikasi dan tidak mengurus perizinan di Kementerian Kesehatan, sehingga dinilai rentan terjadi malpraktik dan membahayakan keselamatan pasien.

‎Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan‎ DKI Jakarta, Maria Margareta, mengatakan bila ditilik dari izin yang dikeluarkan oleh instansi Suku Dinas Kesehatan Jakarta Utara dan PTSP Jakarta Utara, klinik tersebut merupakan klinik tradisional yang dikelola WNI.

"WNA yang dipekerjakan di klinik tersebut sudah melanggar aturan yang berlaku, oleh sebab itu karena berbagai pelanggaran ini para WNA tersebut terancam dideportasi dan klinik tersebut harus ditutup bila masih menjalankan kegiatan usaha tidak sesuai dengan izin yang diberikan," ujar Margareta di lokasi klinik.

Beberapa poin pelanggaran yang dilakukan oleh pengelola klinik Thang tersebut yakni: ‎- Izin Mempekerjakan Tenaga Asing (IMTA) yang dipunyai oleh para WNA untuk keterampilan akupuntur namun fakta di lapangan mereka bekerja sebagai Sinshe (meramu) - rekomendasi dari Kementerian Kesehatan di negeri asalnya‎ sebagai Sinshe tidak ada - pengalaman kerja minimal tiga tahun juga tidak dipenuhi - keterangan dari Kementerian Kesehatan RI tidak ada - Surat Bukti Registrasi yang harus dikeluarkan Dinas Kesehatan Pemprov DKI untuk tenaga asing tidak ada - ‎Shinse yang beroperasi di klinik tersebut tidak memiliki Surat Terdaftar Penyehat Tradisional - Obat-obatan yang dijual di klinik tersebut tidak terdaftar di Badan POM - Pelanggaran terhadap Pasal 191 UU Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan serta Permenkes 67 Tahun ‎2013 mengenai pendayagunaan Tenaga Kesehatan WNA‎

"‎Memang korban malpraktik yang melapor belum ada, tapi banyak masyarakat yang mempertanyakan keabsahan izin klinik tradisional ini," tambahnya.

‎Penyidik PNS Kasubsi Wasdakim Kantor Imigrasi Kelas 1 Jakarta Utara, Alos, mengatakan tiga shinse WNA (dua wanita & satu pria) yang bekerja di klinik tersebut sudah memenuhi persyaratan formil untuk mendapatkan izin tinggal di Indonesia.

"Namun karena dalam kegiatannya di Indonesia tidak menaati UU yang berlaku sesuai instansi teknis tempat ia bekerja, maka izin tinggal mereka bisa dibatalkan, kemudian dapat dideportasi bahkan dicekal selama kurun waktu tertentu sesuai UU Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian," kata Alos.

Halaman:

Editor: admin metro

Terkini

Pesawat Susi Air Dibakar, Pilotnya Disandera OPM

Rabu, 8 Februari 2023 | 09:04 WIB
X