Sabtu, 28 Januari 2023

Soal Kontribusi Tambahan, Pengamat: KPK Jangan Tutup Mata Selidiki Ahok

- Selasa, 26 Juli 2016 | 11:57 WIB

Metropolitan. id - Pengamat dari Central For Budgeting Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi, meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membongkar soal adanya tambahan dana kontribusi dalam Raperda Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Pantai Utara Jakarta.

Menurut Uchok, dalam kontribusi dana tambahan ini, KPK harus menyelidiki hingga ke akarnya pembuat dana kontribusi tambahan untuk para pengembang yang diduga berimbas adanya kasus suap antara Ariesman Widjaja dengan Mohamad Sanusi.

"Dari kasus ini, KPK kelihatannya memang melakukan pembatasan,‎ hanya dibatasi Sanusi dan Podomoro. Sementara untuk Pemprov DKI dalam hal ini Ahok dan jajarannya, KPK tutup mata tidak melakukan penyidikan. Harusnya KPK jangan tutup mata," ujar Uchok Senin malam (25/7/2016).

Ia menambahkan, adanya pasal tentang kontribusi tambahan bukanlah sebuah negosiasi yang wajib dibuat kebijakan oleh Pemprov DKI Jakarta kepada pengembang.

"KPK harus baca itu jual beli pasal. Siapa pun yang jual beli pasal ini, KPK harus turun tangan. Karena yang dipertanyakan sekarang itu uang Ariesman kepada Sanusi dari mana?" ucapnya.

Uchok menilai, KPK baru mengungkap sebagian dari suap proyek reklamasi sehingga perlu ada kelanjutan dari terbongkarnya deal-deal antara anggota DPRD DKI Jakarta Mohamad Sanusi dan Bos PT Agung Podomoro Land, Ariesman Widjaja.

" Sanusi itu hanya anak buah, sedangkan intelektual pembuat kebijakan ini, konsep pembuat kontribusi, KPK belum tangkap. KPK baru nangkep ecek-eceknya," ujarnya.

sumber:okezone

Editor: admin metro

Terkini

X