Rabu, 1 Februari 2023

Haduh, SKPD Lambat Ajukan Tender

- Senin, 30 September 2019 | 12:14 WIB

METROPOLITAN - Badan Layanan Pengadaan Barang/Jasa (BLPBJ) Ka-bupaten Bogor memprediksi tidak akan ada lagi tender pekerjaan yang masuk dari Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) hingga akhir tahun. Musabab-nya, banyak tender yang baru masuk sehingga membuat pekerjaan menum-puk dan membengkaknya potensi Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (Silpa). Tiga bulan jelang akhir tahun, BLP-BJ mencatat ada 920 paket pekerjaan yang masuk per 23 September 2019. BLPBJ mengakui ada beberapa ken-dala yang dihadapi saat proses tender. Salah satunya adalah pengajuan yang lambat dari SKPD. Kepala BLPBJ Kabupaten Bogor Bam-bam Setia Aji mengatakan, lambatnya pengajuan tender dari SKPD akan membuat menumpuknya pekerjaan. Bahkan yang lebih mengkhawatirkan, tingginya angka Silpa negatif. ”Kita harapkan ke depan ada para-digma yang berubah dari SKPD. Arti-nya mengajukan tender itu dipercepat, dengan harapan paket bisa ditender-kan minimal triwulan kedua di tahun berjalan,” kata Bambam. Menurutnya, dari 920 pengajuan tender yang diterima, belum semuanya selesai proses tender. Baru 794 paket dengan nilai pagu anggaran sebesar Rp941,8 miliar yang selesai tender. Sisanya 38 paket masih bejalan, 69 persiapan, sebelas gagal tender dan delapan batal tender. Bambam meminta kondisi itu men-jadi perhatian SKPD. Sebab, cepat lambatnya pekerjaan yang dilakukan pemerintah akan berdampak pada pelayanan kepada masyarakat. ”Pada prinsipnya kita menunggu pengajuan paket pekerjaan dari SKPD. Kita terima lalu kita tenderkan. Kami harap ke depan lebih aktif dan mem-percepat pengajuan tendernya,” ung-kapnya. Yang paling aman, pengajuan paket pekerjaan yang akan dikerjakan tahun berikutnya harus dilakukan di tahun sebelumnya. Tujuannya agar proses tender tidak memakan waktu lama. Dengan pola percepatan seperti itu, mau tidak mau SKPD memiliki stok perencanaan pekerjaan yang akan dilaksanakan pada tahun be-rikutnya. ”Kita inginnya tidak ada pengajuan tender di semester kedua. Semua ha-rus masuk di semester pertama. Mi-nimal di triwulan kedua ada yang sudah bisa dikerjakan. Dan kita sudah memberikan surat edaran kepada SKPD untuk bisa mempercepat pengajuan pekerjaannya di tahun yang akan da-tang,” terang Bambam. Sementara itu, Kepala Dinas Peker-jaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Soebiantoro juga mengingin-kan adanya percepatan proses lelang seperti yang diharapkan BLPBJ. Hing-ga pertengahan tahun, Dinas PUPR memang menjadi penyumbang Silpa terbanyak. Lelaki yang akrab disapa Bibin itu mengaku percepatan proses lelang menjadi solusi dari banyaknya paket pekerjaan yang pembangunannya molor. “Nanti itu kan setelah kita ajukan ke ULP prosesnya panjang. Jadi kalau lelangnya dipercepat lebih baik,” ujar Bibin. (cr2/c/fin/run)

Editor: Administrator

Tags

Terkini

Ikuti Workshop Bisnis bjb PESATkan UMKM di Palembang

Selasa, 31 Januari 2023 | 16:26 WIB
X