Sabtu, 4 Februari 2023

KORBAN HEPATITIS NAIK TIGA KALI LIPAT

- Kamis, 5 Desember 2019 | 09:39 WIB

METROPOLITAN- Kejadian Luar Biasa (KLB) Hepatitis A yang terjadi di SMP 20 Kota Depok terus meningkat. Sejak Jumat (29/11) lalu. Hingga Rabu (3/12), penderita Hepatitis A yang semula di angka 72 kasus kini malah meningkat tiga kali lipat. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) pun meminta warga Jabodetabek untuk tetap mewaspadai penyebarannya. Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Anung Sugihantono mengingatkan kepada pemerintah daerah (pemda) di sekitar wilayah Depok seperti Jakarta, Bogor, Bekasi, dan Tangerang Selatan untuk mewaspadai adanya penyebaran virus Hepatitis A. "Kami telah mengirimkan surat imbauan kepada dinas kesehatan di daerah sekitar Depok untuk mewaspadai potensi penyebaran Hepatitis A," ujar Anung di Kementerian Kesehatan, Jakarta, Rabu. Di samping itu, Kementerian Kesehatan juga menjalin sistem kewaspadaan dini di Kabupaten Bogor. Anung menyebut, pihaknya sudah bersurat ke Kabupaten Bogor untuk bisa melihat, memaknai tanda gejala dari masyarakat berkenaan dengan kasus Hepatitis A. Anung menjelaskan, kasus KLB hepatitis A di Depok bersumber dari petugas sekolah di SMPN 20 Depok sebagai pembawa virus atau karier. Petugas sekolah tersebut juga berjualan makanan di sekolah sehingga virus menempel pada makanan yang dijualnya dan menular ke siswa dan guru. Petugas sekolah tersebut berdomisili di Kabupaten Bogor sehingga tidak menutup kemungkinan penyebaran hepatitis A bisa beralih keluar Kota Depok. Kemenkes melaporkan sebanyak 262 kasus Hepatitis A dilaporkan terjadi di Depok. Penyakit yang awalnya hanya menyerang siswa dan guru di lingkungan sekolah di Kecamatan Pancoran Mas kini menyebar ke hampir seluruh wilayah Depok. Dari 262 kasus Hepatitis A, 228 ditemukan di lingkungan SMPN 20, 31 orang warga sekitar sekolah, lima orang dari pesantren Petik yang berada dekat SMPN 20, dan tiga orang keluarga siswa. Penularan yang meluas tersebut dikarenakan karier atau orang dengan pembawa virus tersebut memiliki mobilitas ke banyak daerah. Hepatitis A adalah infeksi organ hati yang disebabkan oleh virus Hepatitis A dan ditularkan melalui makanan dan minuman dan juga melalui kontak langsung. Selain itu, hubungan seksual secara anal atau oral juga bisa menjadi penyebab tertular Hepatitis A. Virus ini terdapat pada feses orang yang terinfeksi. Oleh karena itu, makanan dan minuman menjadi media utama penyebab penularan infeksi ini. Orang yang terserang hepatitis A biasanya datang ke fasilitas kesehatan sudah kuning dan warna urine seperti air teh. Gejala yang timbul bisa ringan sampai berat, bahkan jika terjadi hepatitis fulminan akibat virus hepatitis A ini dapat menyebabkan kematian. Sebelumnya, pengidap hepatitis akan mengalami demam, seperti orang yang mengalami gejala flu, sakit-sakit badan, mual, dan kadang disertai muntah, nafsu makan menurun dan lemas. Mereka juga merasakan nyeri di perut kanan atas karena liver yang sebagian besar berada di perut kanan atas terimbas serangan virus hepatitis A. Sementara itu, Ketua PB Perhimpunan Peneliti Hati Indonesia Dr. dr. Irsan Hasan, Sp.PD, KGEH menjelaskan hepatitis A mudah sekali menyebar dan menular sehingga wajar bila ada KLB bukan hanya di Indonesia bahkan semua negara. "Hepatitis A ini tidak kronik, penyembuhannya hanya dengan istirahat, tidak perlu buat antivirus karena bisa sembuh sendiri," katanya. (de/feb)

Editor: Administrator

Tags

Terkini

Sabtu Pagi Bogor Diguncang Gempa, Ada yang Terasa?

Sabtu, 4 Februari 2023 | 09:50 WIB

Menghilangkan Bau Durian Secara Ampuh, Begini Tipsnya

Jumat, 3 Februari 2023 | 19:11 WIB

SMKPP Kementan Bekali Calon Wirausaha Muda Pertanian

Jumat, 3 Februari 2023 | 15:00 WIB
X