Sabtu, 4 Februari 2023

Korban Keracunan Makin Bertambah

- Senin, 16 Desember 2019 | 10:53 WIB
DIRAWAT: Sejumlah warga Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, mendapat perawatan intensif lantaran keracunan makanan.
DIRAWAT: Sejumlah warga Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, mendapat perawatan intensif lantaran keracunan makanan.

METROPOLITAN - SUKABUMI Jumlah korban keracunan massal di Kecamatan Nagrak Kabupaten Sukabumi terus bertambah. Puluhan warga Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi harus mendapat perawatan intensif di Puskesmas setempat, Minggu (15/12/2019). Mereka diduga mengalami keracunan massal setelah menyantap sajian di acara Muludan atau peringatan Maulid Nabi pada Sabtu (14/12/2019) malam.  Dari informasi yang dihimpun, warga yang keracunan berasal dari Kampung Barujagong RT 04/10 Desa Cisarua dan Kampung Sinagarkolot RT 01/08 Desa Nagrak Utara. Data terkini yang direkap pihak kecamatan menyebut jumlah korban keracunan usai menyantap sajian acara mauludan ini mencapai 94 orang. Sebagai besar korban dirawat di puskesmas, hanya tiga yang harus dirujuk ke rumah sakit karena memerlukan penanganan medis lebih lanjut. Camat Nagrak Kurnia Lesmana mengatakan seluruh warga yang merasa ada gangguan kesehatan setelah menyantap makanan sudah ditangani secara medis. Dari 94 orang korban, 69 dirawat di Puskesmas Nagrak, 24 orang ditangani di posko, 2 dirujuk ke RSUD Sekarwangi dan 1 orang dirujuk Rumah Sakit Kartika. Yang ditangani puskesmas Nagrak 37 korban sudah dipulangkan, 32 korban lainnya masih dirawat," ujarnya kepada awak media, Minggu (15/12/2019). Kurnia menambahkan kondisi para korban saat sudah berangsur membaik. Pihak puskesmas dan Dinas Kesehatan terus memantau kondisi warga korban keracunan. "Sampai besok kami masih akan memonitor," jelasnya. Kasubbag TU Puskesmas Nagrak, Dinda Ismaya mengatakan, warga mulai berdatangan sejak Minggu pagi sekitar pukul 08.00 WIB dengan keluhan yang hampir sama, yakni mual, mulas, pusing dan diare. "Tercatat sudah 60 pasien yang diduga keracunan. 37 pasien sudah dipulangkan. Sekarang yang sedang ditangani 23 pasien," ujar Dinda. Dinda menyebut, rata-rata pasien mengaku menyantap balado telur, gudeg nangka dan sambal ijo di acara Muludan. Beberapa pasien, kata dia, bahkan harus diinfus untuk menetralisir racun. "Kami sudah mengambil sampel makanan. Kami juga membuka posko di wilayah Desa Nagrak Utara untuk jemput bola korban di sana," katanya. Insiden ini diketahui makin menambah daftar panjang kasus keracunan di Sukabumi pada 2019. Sebelumnya keracunan makanan terjadi di Desa Sirnamekar, Kecamatan Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi akibat mengkonsumsi makanan syukuran salah seorang warga pada 16 November 2019 lalu. Di mana junlah total warga keracunan mencapai 77 orang dan dua orang meninggal dunia.  Berikutnya, keracunan makanan terjadi di Kampung Babakan RT 03 RW 18 dan RT 19 RW 04 Kedusunan Ciangkrek, Desa Mekarasih, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi pada 16 September 2019 lalu. Di mana warga merasakan gejala keracunan seperti mual-mual, pusing, diare, dan muntah setelah mengonsumsi makanan yang disajikan dalam acara hajatan pernikahan salah seorang warga. Peristiwa serupa juga terjadi di Desa Bojonggaling, Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi pada 10 September 2019 lalu. Dalam kejadian itu ada sebanyak 176 korban keracunan dan dua orang meninggal dunia. Penyebab keracunan dari makanan yang dibagikan pada saat tahlilan 100 hari warga. (skb/feb) Data 16 November 2019 77 orang keracunan makanan di Desa Sirnamekar, Kecamatan Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi. 2 Orang Meninggal. 16 September 2019 Keracunan makanan terjadi di Kampung Babakan RT 03 RW 18 dan RT 19 RW 04 Kedusunan Ciangkrek, Desa Mekarasih, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi 10 September 2019 175 jadi korban keracunan di Desa Bojonggaling, Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi. Dua Orang Meninggal.

Editor: Administrator

Tags

Terkini

Sabtu Pagi Bogor Diguncang Gempa, Ada yang Terasa?

Sabtu, 4 Februari 2023 | 09:50 WIB

Menghilangkan Bau Durian Secara Ampuh, Begini Tipsnya

Jumat, 3 Februari 2023 | 19:11 WIB

SMKPP Kementan Bekali Calon Wirausaha Muda Pertanian

Jumat, 3 Februari 2023 | 15:00 WIB
X