Sabtu, 28 Januari 2023

Marak Serangan Ular Wali kota Libatkan Intelijen

- Rabu, 18 Desember 2019 | 10:06 WIB
SISIR WILAYAH: Petugas menyisir wilayah untuk mengantisipasi penyebaran ular yang belakangan muncul.
SISIR WILAYAH: Petugas menyisir wilayah untuk mengantisipasi penyebaran ular yang belakangan muncul.

METROPOLITAN - DEPOKSerangan ular kobra meneror warga Kota Depok, Jawa Barat. Seorang bocah bernama Rifqi (8) dilarikan ke Rumah Sakit Universitas Indonesia, Depok, setelah diduga dipatuk seekor ular kobra. Ayah korban, Hilman (43), menjelaskan peristiwa itu dialami Rifqi pada Minggu (15/12) pagi. Saat itu, Rifqi sedang bermain dengan teman-teman seusianya di dekat rumahnya di kawasan Tanah Baru, Kecamatan Beji, Depok. "Salah satu dari temannya bilang, 'Papa Rifqi, Rifqi kegigit ular.' Nah dari situ saya langsung lari ke luar rumah. Saya lari ke depan rumah, sampai depan rumah, saya lihat anak saya megang jari manisnya," jelas Hilman  "Saya bilang, 'Kamu kegigit?' tapi dia dengan perasaan takut bersalah dia bilang, 'Nggak kok, nggak apa-apa,' tapi sambil nyender di tembok. Tapi saya pikir, di Depok lagi cenderung masalah ular, saya takut," ucapnya. Hilman sempat memarahi teman-teman Rifqi sebelum akhirnya dia membawanya ke puskesmas. Sebelum berangkat, Hilman mencoba menghentikan peredaran darah di lengan bekas gigitan ular dengan mengikat tangan anaknya menggunakan kain. Dalam posisi kepanikan, Hilman terus mencoba mengajak anaknya berkomunikasi. Hilman khawatir anaknya tidak sadarkan diri. Atas kejadian maraknya ular berkeliaran, Wali Kota Depok Mohammad Idris mengaku akan melibatkan intelijen untuk menyelidiki kasus munculnya ular di permukiman Kota Depok. Idris mengaku akan melibatkan kelompok intelijen, Dinas Pemadam Kebakaran, dan kepolisian. "Kami sedang mengkaji faktornya itu apa bersama-samalah pihak Damkar dalam hal ini yang selalu ada siap siaga membantu masyarakat, pihak kepolisian juga, dan pihak Komunitas Intelijen Daerah sebenarnya ini ada apa fenomena alam atau apa," ujar Mohammad Idris, Selasa (17/12/2019). Idris menjelaskan, alasan intelijen harus turun tangan dalam kejadian ini. Dia teringat dengan kejadian serupa di Arab Saudi. "Bukan saya curiga dalam kondisi mengkaji, saya karena pernah di suatu kondisi di Arab Saudi itu orang enggak menyangka ada ular apa gitu dan ini ular dipindah segala macam, ternyata ada oknum yang menanam," ujar Idris. Idris tidak mau salah menuduh dugaan adanya oknum yang sengaja membuat suasana Depok tidak kondusif dengan keberadaan ular itu. Itu sebabnya, dia akan menggandeng intelijen daerah. "Saya bukan menyangka enggak menduga soal yang dicatat, bukan itu. Kami sedang dalam tahap mengkaji faktornya," ujar Idris. Sebelumnya, banyak temuan ular yang masuk ke permukiman dan rumah warga yang membuat masyarakat Depok geger dan waswas akan kejadian yang telah memakan korban ini. (de/feb)

Editor: Administrator

Tags

Terkini

X