Rabu, 8 Februari 2023

Ketua KPK Kembali Tegaskan Pentingnya Pemberantasan Korupsi, Tak Ada Pilihan Lain

- Rabu, 29 Januari 2020 | 21:29 WIB

METROPOLITAN.id - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri kembali menegaskan pentingnya pemberantasan korupsi. Tak ada pilihan lain lantaran dampak korupsi merusak seluruh tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara. Menurut Firli, komitmen ini harus dipegang tegauh dan didukung seluruh elemen bangsa, bukan hanya pemerintah, KPK dan penegak hukum. "Komitmen bersama ini tentunya berorientasi dengan tujuan bernegara sesuai dengan isi Alinea keempat Pembukaan UUD RI 1945, di mana fungsi dan tujuan negara Indonesia ditegaskan yaitu melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdasarkan kehidupan bangsa, melaksanakan ketertiban dunia, yang kesemuanya itu harus berdasarkan nilai Pancasila," kata Firli, Rabu (29/1). Saat ini, Firli tak memungkiri langkah pencegahan korupsi tidak sebanding dengan penindakan. Dirinya bakal menempatkan pencegahan sebagai strategi utama KPK. Tujuannya, untuk menghilangkan atau setidaknya meminimalisasi terjadinya tindak pidana korupsi. "Saya sadar betul strategi ini sangat tidak menarik dan populis karena jauh dari kegaduhan, hingar bingar atau 'drama' yang menarik dan asyik untuk diikuti hingga menjadi polemik di masyarakat. Sehingga mungkin tidak lagi menjadi sorotan dan kilauan lampu kamera, serta guratan tinta di media massa," ungkapnya. Strategi pencegahan ini dianggap Firli akan kurang efektif jika tidak atau kurang didukung oleh elemen bangsa lainnya. Karena selain membutuhkan komitmen yang kuat, dukungan bersama tentunya akan meningkatkan akselerasi pencegahan korupsi di Indonesia. Seiring dengan strategi pencegahan, langkah maksimal penindakan dan penegakan hukum terhadap koruptor tetap dilakukan. "Saya ingatkan dan tekankan bahwa pencegahan itu sebelum kejahatan korupsi terjadi. Namun ketika itu terjadi, penindakan tegas tetap dilakukan oleh KPK. Kita juga akan fokus pada upaya menyelamatkan kerugian negara," terangnya. Firli juga menyampaikan arahan Presiden Joko Widodo yang menyatakan bahwa korupsi adalah kejahatan serius, sehingga membutuhkan keseriusan untuk menanganinya. Dibutuhkan keselarasan dan sinergitas antar instansi, seperti lembaga penegak hukum KPK, Polri, Kejaksaan, Aparatur Pengawas Internal Pemerintah (APIP) serta Inspektorat di masing-masing kementerian atauembaga. Tujuannya, agar penanganan korupsi tidak mengganggu keberlangsungan pembangunan nasional untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, Indonesia yg maju, Indonesia yang cerdas dan Indonesia yang sejahtera untuk semua anak bangsa tanpa diskriminasi sesuai dengan tujuan berbangsa dan bernegara. "Bapak Presiden juga mengingatkan bahwa kejahatan korupsi yang sering kali melewati batas negara, sehingga kerja sama internasional melalui forum multilateral, regional dan bilateral sangat diperlukan dalam pemberantasan korupsi agar seluruh lini di NKRI terbebas dari korupsi. KPK tentunya akan mengintensifkan kerja sama dalam bentuk agency to agency antar negara, misalnya dengan CPIB Singapore, FBI USA, SFO Inggris, ICAC Hong Kong, MACC Malaysia, CCDI, MoJ, and Supreme People of Procuratorate (SPP) China, Anti-Corruption Bureau Brunei, AFP Australia, NAZAHA Saudi Arabia, dan lembaga anti korupsi dunia lainnya," tandas Firli. (*/fin)

Editor: Arifin

Tags

Terkini

Pesawat Susi Air Dibakar, Pilotnya Disandera OPM

Rabu, 8 Februari 2023 | 09:04 WIB
X