Kamis, 30 Maret 2023

Tadarrus Kebangsaan Angkat Tema Pemilu dan Partisipasi Milenial

- Rabu, 6 Mei 2020 | 08:38 WIB

METROPOLITAN.id -Lembaga Studi Visi Nusantara (LS-Vinus) kembali menggelar Tadarrus kebangsaan, Selasa (5/5), melalui aplikasi digital. Tadarrus sesi kedua ini mengangkat tema 'Pemilu dan Partisipasi Pemilih milenial'. Sejumlah narasumber dihadirkan seperti Kepala Kesbangpol Kabupaten Bogor Enday Zarkasih, Ketua KPU Kabupaten Bogor Ummi Wahyuni, Aktivis Mahasiswa Nadia Hasna Humaira, hingga Ketua Bawaslu Kabupaten Bogor, Irvan Firmansyah. Tadarrus yang dibuat layaknya diskusi ini dipandu Ketua KNPI Leuwiliang sekaligus Ketua Yayasan Maju Anak Nusantara, Riyanto. Ketua KPU Kabupaten Bogor Ummi Wahyuni mengatakan, jumlah milenial di Kabupaten Bogor mencapai 42 persen. Untuk itu, dirinya mengajak milenial untuk ikut berkontribusi dalam penguatan demokrasi di Indonesia. "Potensi dan berkontribusi milenial pada penguatan demokrasi substansial sangat besar. Maka semua harus bahu membahu ikut berkontribusi," ujar Ummi. Senada, Aktivis Mahasiswa Nadia Hasna Humaira menyadati pentingnya pemuda dalam peepolitikan Indonesia. Di Malaysia, tempatnya menimba ilmu kini, pada tahun 2012 masih tidak membolehkan partisipasi mahasiwa. Namun saat ini, semua sudah berubah dan dibolehkan oleh Pemerintah Malaysia. Akan tetapi, ia menilai kepedulian milenial di Malaysia masih minim dalam hal politik. "Masih banyak generasi muda di sini (Malaysia) yang masih belum peduli terhadap politik. Padahal itu sangat penting. Inj yang harus kita perhatikan," tutur Nadia. Di Kabupaten Bogor sendiri, Nadia melihat milenial masih tergerus oleh arus sosial media untuk menentukan pilihan juga pengaruh keluarga atau orang terdekatnya. "Berkaca pada Malaysia, isu ras dan beberapa kasus menjadi penyebab ketidakpedulian milenial terhadap politik. Ini jangan sampai terjadi di Indonesia," harap putri sulung Bupati Bogor Ade Yasin itu. Dalam kesempatan itu, Ketua Bawaslu Kabupaten Bogor Irvan Firmansyah juga mengungkapkan pentingnya milenial melek politik. Peran milenial dalam mengawal Pemilu sangat diperlukan mengingat lembaga pengawas seperti Bawaslu Kabupaten Bogor masih memiliki keterbatasan. "Bawaslu Kabupaten Bogor juga akan terus membuat konsep pengawasan untuk para milenial," kata Irvan. Di akhir diskusi, Direktur Democracy Electoral Empowerment Partnership (DEEP) Indonesia Yusfitriadi menegaskan, diskusi dengan mengangkat tema milenial dan Pemilu ini sangat menarik. Menurutnya, akan lebih baik lagi ketika ketika semua penyelenggara Pemilu maupun partisipan menyatukan niat dalam membawa perubahan terhadap demokrasi. "Pemilu berkualitas hanya akan tercapai oleh pemilih yang cerdas, dan kecerdasan akan lahir karena adanya pendidikan," pungkasnya. (fin)

Editor: Arifin

Tags

Terkini

Kreasi Olahan Buah Kurma untuk Ide Berbuka Puasa

Rabu, 29 Maret 2023 | 17:00 WIB
X