Senin, 30 Januari 2023

Libur Panjang, Okupansi Hotel di Bogor Malah Anjlok Gegara Wisatawan Wajib Rapid Test Antigen

- Minggu, 27 Desember 2020 | 20:14 WIB

METROPOLITAN.id - Libur panjang Natal tahun ini tak membawa angin segar bagi hotel-hotel di Kabupaten Bogor. Okupansi atau tingkat reservasi merosot tajam diduga karena kebijakan wisatawan harus menunjukan hasil rapid test antigen. Wakil Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Bogor Boboy Ruswanto mengatakan, berdasarkan laporan yang diterima, hampir ratusan hotel dan restoran anggota PHRI mengalami penurunan kunjungan wisatawan. Padahal, di libur Natal yang dimulai sejak Kamis (24/12) ini pihaknya berharap bisa meningkatkan okupansi hotel dan restoran. "Libur Natal ini rata-rata hotel mengalami penurunan tingkat hunian. Padahal kita berharap banyak di libur panjang ini. Karena ada aturan agar pengunjung membawa keterangan rapid test antigen, banyak yang membatalkan kunjungannya," kata Boboy, Minggu (27/12). Menurutnya, okupansi pada libur Natal kali ini merosot hingga sekitar 70 persen dibanding tahun lalu. "Biasanya pada momen libur Natal, okupansi bisa mencapai 60 sampai 80 persen. Tapi pada Natal ini, hanya di angka 15 sampai 35 persen. Turun 70 hingga 80 persen persen dari tahun-tahun sebelumnya," ungkapnya. Meski demikian, pihak juga tak bisa berbuat banyak. Sebab, kebijakan rapid test antigen merupakan kebijakan pemerintah. "Mau gimana lagi, kami pelaku usaha tetap mengikuti aturan pemerintah. Semoga saja Covid-19 ini cepat berlalu," tandasnya. (ogi/c/fin)

Editor: Arifin

Tags

Terkini

Polres Bogor Gandeng Brimob Gencarkan Patroli Malam

Minggu, 29 Januari 2023 | 13:21 WIB
X