Sabtu, 4 Februari 2023

Webinar Jasa Konstruksi di Masa Pandemi ala Universitas Tama Jagakarsa

- Selasa, 2 Maret 2021 | 09:44 WIB

METROPOLITAN.id - Pada 2020 sampai tahun ini pandemi Covid-19 dialami di negara kita Indonesia bahkan dunia. Jasa konstruksi sebagai salah satu sektor yang terdampak pandemi Covid-19 berupa potensi dan ekonomi terdampak sektor jasa konstruksi. Hal ini mengakibatkan pekerjaan dan kontrak sempat tertunda, biaya pembangunan membesar dan penyusutan bahan bangunan. Pada webinar yang diselenggarakan oleh Universitas Tama Jagakarsa, para ahli yang bergerak di bidang jasa kontruksi pun memberikan pandangannya terhadap isu strategis pembangunan. Ketua panitia penyelenggara Pio Ranap Tua Naibaho, mengatakan kegiatan webinar dengan tema 'Tantangan Peluang Pengembangan Jasa Konstruksi Indonesia' ini merupakan karya para ahli dan mahasiswa Universitas Tama Jagakarsa. Sebagai wawasan dan rujukan bagi semua orang atau pihak yang terlibat dalam bidang konstruksi dan bisa memberikan rekomendasi kepada pemangku kepentingan dalam meningkatkan Peran usaha masyarakat jasa konstruksi di Indonesia. "Fokus webinar Seri 8 ini adalah menyikapi titik kritis dalam penyelenggaraan jasa konstruksi dalam menghadapi tantangan dan peluang dalam pengembangan jasa konstruksi di Indonesia," kata Pio. Sementara Ketua LPJK Periode 2021-2024 Taufik Widjoyono, dalam webinar mengatakan pandemi Covid-19 sangat berpengaruh kepada sektor pembangunan, sehingga terjadi terganggunya mobilitas material, alat, tenaga kerja, perpanjangan waktu, pelaksanaan dan penambahan biaya pekerjaan. "Ini pun menyebabkan turunnya produktivitas tenaga kerja dan sebagainya, sehingga menimbulkan keterlambatan pelaksanaan yang menyebabkan meningkatnya potensi klaim," kata Taufik. Lebih lanjut, Taufik menerangkan bahwa belum ada data pelaku jasa konstruksi berdasarkan data faktual yang terdampak Covid-19. Sehingga menimbulkan ketidakpastian dan distorsi. Tak hanya itu, keselamatan konstruksi pun belum dapat dilaksanakan dengan konsisten. "Hal itu ditandai masih terjadinya kegagalan bangunan yang disebabkan akibat kelalaian manusia," ungkap Taufik. Sedangkan untuk sisi positif yang dapat diambil karena adanya pandemi Covid-19 ini, Taufik menilai berkembangnya teknologi berpotensi meningkatkan produktivitas, akurasi dan efisiensi. "Masuknya generasi milenial memberikan dinamika dan energi pembaharuan dan transformasi bisnis konstruksi di masa depan," ungkap Taufik. Terpisah, Direktur Kelembagaan dan Sumber Daya Konstruksi, Kementerian PUPR RI Nicodemus Daud menerangkan pembangunan infrastruktur masih menjadi prioritas di 2021 dengan fungsi penyiapan regulasi sampai dengan standarisasi pelayanan. Namun, untuk memenuhi fungsi pembangunan tersebut, menurut Nicodemus harus ada strategi tertentu. Diantaranya adalah tenaga kerja konstruksi (TKK) wajib memiliki sertifikat kompetensi kerja yang didapatkan melalui proses uji kompetensi. "Badan usaha jasa konstruksi yang mengerjakan jasa jonstruksi wajib memiliki sertifikat badan usaha (SBU)," pungkasnya. (dil/b/ryn)

Editor: Ryan Milan

Tags

Terkini

Menghilangkan Bau Durian Secara Ampuh, Begini Tipsnya

Jumat, 3 Februari 2023 | 19:11 WIB

SMKPP Kementan Bekali Calon Wirausaha Muda Pertanian

Jumat, 3 Februari 2023 | 15:00 WIB
X