Sabtu, 28 Januari 2023

Warga Menyemut di Pedestrian SSA Bogor saat Long Weekend Ini, Padahal Picu Kerumunan

- Minggu, 4 April 2021 | 17:52 WIB
Kaum muda-mudi memenuhi pedestrian seputaran KRB atau SSA, untuk sekedar nongkrong-nongkrong dan berolahraga, Kota Bogor, Minggu (4/4). (Virlin/Metropolitan)
Kaum muda-mudi memenuhi pedestrian seputaran KRB atau SSA, untuk sekedar nongkrong-nongkrong dan berolahraga, Kota Bogor, Minggu (4/4). (Virlin/Metropolitan)

METROPOLITAN.id - Libur panjang akhir pekan ini rupanya dimanfaatkan betul oleh masyarakat untuk keluar rumah. Termasuk di Kota Bogor. Salah satunya seputaran Kebon Raya Bogor (KRB), yang dipadati pelari, pesepeda hingga warga yang sekedar jalan-jalan atau nongkrong di jalur Sistem Satu Arah (SSA) itu, sejak Minggu (4/4) pagi. Pantauan Metropolitan.id, warga menyemut di beberapa titik. Mulai dari sepanjang pedestrian Pintu 3 KRB hingga Tugu Kujang, lalu hingga Pintu Utama KRB, bahkan terus padat hingga pedestrian kawasan Lapangan Sempur. Hal itu pun menimbulkan kekhawatiran lantaran sulit menerapkan protokol kesehatan (prokes) jaga jarak. Bahkan ada yang nongkrong-nongkrong berdekatan tanpa mengenakan masker. Saat dikonfirmasi, Kasatpol PP Kota Bogor Agustian Syah pun membenarkan hal itu. Ia pun mengerahkan anggota untuk mengecek dan menegur jika ada orang-orang yang berkerumun, hingga para PKL yang ada di seputaran SSA. "Iya kita semaksimal mungkin mencegah kerumunan di lokasi-lokasi publik dengan patroli anggota di lokasi-lokasi tersebut," katanya, Minggu (4/4). Ia bersama anggota menuju ke lokasi, melihat dan mengecek para pendagang yang berjualan di sekitaran SSA, lantaran memicu kerumunan. "Kami tegur untuk tidak berjualan di sekitar jalur SSA untuk menghindari kerumunan. Kami selalu mengingatkan protokol kesehatan," tandasnya. Menanggapi hal itu, Wakil Wali Kota Bogor Dedie Rachim pun agak khawatir dengan kondisi kerumunan saat libur panjang di pedestrian jalur SSA itu. Ia menghimbau kepada masyarakat Bogor untuk tetap menerapkan protokol kesehatan dan menghindari kerumunan. "Meskipun telah terjadi penurunan kasus harian, tapi tetap kita harus waspada dan membantu mengurangi beban kawan tenaga medis di RS," tutupnya. (vir/c/ryn)

Editor: Ryan Milan

Tags

Terkini

X