Senin, 30 Januari 2023

Merasa Ditipu, Sembilan Bintang Somasi Provider Internet, Tuntut Ganti Rugi Setengah Miliar

- Rabu, 1 September 2021 | 17:22 WIB
Managing Partner Kantor Hukum Sembilan Bintang&Partners, R Anggi Triana Ismail. (Dok. pribadi)
Managing Partner Kantor Hukum Sembilan Bintang&Partners, R Anggi Triana Ismail. (Dok. pribadi)

METROPOLITAN.id - Merasa ditipu oleh penyedia jasa internet, Kantor Hukum Sembilan Bintang melayangkan surat peringatan atau somasi ke provider internet PT Mora Telematika Indonesia (Oxygen ID) Hal itu diungkapkan Managing Partner Kantor Hukum Sembilan Bintang & Partners, R Anggi Triana Ismail. Ia menceritakan, permasalahan bermula saat Kantor Hukum Sembilan Bintang hendak bertujuan menggunakan jasa penyedia internet, yaitu Oxygen ID, yang merupakan bagian dari produk jasa yang dimiliki PT. Mora Telematika Indonesia. "Pada 2 Agustus 2021 Kantor Sembilan Bintang telah menyepakati untuk menggunakan produk yang dimaksud. Sehingga pada 17 Agustus 2021 Kantor Hukum Sembilan Bintang mengikuti arahan yang disampaikan salah satu karyawan Oxygen ID yaitu Rangga, untuk segera transfer uang sebesar Rp290.700 ke rekening Oxygen ID," katanya, Rabu (1/9). Setelah di transfer, kata dia, perusahaan akan meninjau kembali untuk pemasangan internet dengan masa tunggu 3 hari kerja, yakni 18 sampai 20 Agustus 2021. Namun faktanya, sambung Anggi, sampai dengan saat ini pihak perusahaan penyedia internet tidak memberikan kabar dan informasi terhadap Kantor Hukum Sembilan Bintang selaku konsumen dari penyedia internet. "Atas dasar itu Kantor Hukum Sembilan Bintang melayangkan surat somasi kepada PT. Mora Telematika Indonesia (Oxygen ID) untuk melakukan sikap hukum. Yakni melakukan permohonan maaf kepada Kantor Hukum Sembilan Bintang secara langsung, kedua membayar ganti kerugian materil & immateril sebesar Rp570 juta dan memecat secara tidak hormat karyawan PT. Mora Telematika Indonesia yang sudah bekerja tidak profesional," jelas Anggi. Menurutnya, perbuatan perusahaan tersebut diduga keras telah melakukan perbuatan melawan hukum serta melanggar ketentuan perundang-undangan. Yaitu Pasal 1365 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata, UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, UU Nomor 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi serta Permenkominfo Nomor 2 Tahun 2013 tentang Penyediaan Akses Internet Tanpa Kabel Pada Program Kewajiban Pelayanan Universal. Ia menegaskan, jangan sampai di tengah pandemi ini ada perusahaan penyedia jasa internet melakukan ulah terhadap masyarakat yang beritikad baik. Pihaknya memberi waktu tujuh hari kerja terhitung hari ini (1/9), apakah perusahaan memiliki itikad baik atau tidak. "Cukup kita saja yang menjadi korban dari ulah perusahaan ini. Jika tidak ada tanggapan, mau tidak mau kita akan melanjutkan proses hukum ini ke jenjang berikutnya," tegas Anggi. Hingga berita ini diturunkan belum ada tanggapan dan keterangan dari PT Mora Telematika Indonesia (Oxygen ID) terkait somasi yang dilayangkan tersebut. (ryn)

Editor: Ryan Milan

Tags

Terkini

Polres Bogor Gandeng Brimob Gencarkan Patroli Malam

Minggu, 29 Januari 2023 | 13:21 WIB
X