Rabu, 1 Februari 2023

Kasus Penularan Covid-19 Melandai, Ade Yasin Fokuskan Pembangunan Infrastruktur di 2022

- Jumat, 17 September 2021 | 12:15 WIB
Bupati Bogor Ade Yasin
Bupati Bogor Ade Yasin

METROPOLITAN.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor kembali memprioritas program insfrakstruktur pada tahun anggaran 2022. Hal itu seiring dengan melandainya penularan covid-19 di Kabupaten Bogor dari hari ke hari. Bupati Bogor Ade Yasin mengungkapkan, selama dua tahun terakhir pihaknya fokus kepada penanganan covid-19, mulai dari pembiayaan tenaga kesehatan, alat kesehatan, bantuan sosial serta yang lainnya. Sehingga kegiatan dibeberapa sektor lainnya harus tertunda. Dan kini setelah kasus penularan covid-19 melandai Ade Yasin ingin kembali merealisasikan sejumlah kegiatan yang sempat tertunda, seperti beberapa kegiatan insfrastruktur. "Masyarakat juga butuh akses jalan yang bagus yang layak dilintasi. Jadi kita juga harus berfikir kesitu. Ditambah sekarang memasukin musim hujan banyak jalan yang rusak-rusak," kata Ade Yasin. Tak hanya disektor infrastruktur, sektor pendidikan pun menjadi perhatiannya. Apalagi saat ini sudah diberlakukan pembelajaran tatap muka terbatas oleh dinas pendidikan. Sehingga infrastruktur di sekolah pun harus segera dibangun. "Dengan adanya pembelajaran tata muka ini memang jadi perhatian kita. Sehingga dalam anggaran di 2022 sekolah menjadi prioritas kita," paparnya. Meski demikian, Ade Yasin tidak memungkiri jika sektor kesehatan tetap menjadi prioritas utama. Terlebih saat ini pandemi covid-19 belum usai, sehingga pihaknya pun harus tetap harus mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. "Kesehatan juga menjadi fokus kita, mudah-mudahan tidak ada peningkatan dan kita juga harus tetap berjaga-jaga," kata dia. Sekedar diketahui, dalam gambaran umum mengenai rancangan APBD 2022, Pemkab Bogor menargetkan pendapatan daerah Rp6,144 Trilun. Dimana target Pendapatan Asli Daerah (PAD) Rp3,54 Triliun, lalu target pendapatan transfer Rp3,90 Triliun. Sedangkan untuk belanja daerah yakni Rp7,207 Triliun, dengan belanja operasi ditargetkan Rp4,886 Triliun, lalu belanja modal Rp1,288 Triliun, belanja tidak terduga Rp105 Miliyar dan belanja transfer 392 juta. Sehingga terjadi defisit anggaran yang disebabkan kebutuhan belanja daerah yang melampaui pendapata daerah. "Itukan belum dibahas, mudah-mudahan ada penyesuaian ketika pembahasan. Karena memang target optimis 2021 banyak anggaran dari pusat dan provinsi dipotong yah. Sehingga kita harus menyesuaikan lagi dengan anggaran yang ada," ungkap Ade Yasin. (mam)

Editor: Imam Marco

Tags

Terkini

Ikuti Workshop Bisnis bjb PESATkan UMKM di Palembang

Selasa, 31 Januari 2023 | 16:26 WIB
X