Minggu, 5 Februari 2023

Sebelum Dieksekusi Pembunuh Bayaran, Korban Pembacokan di Cileungsi Dicekoki Miras

- Jumat, 29 Oktober 2021 | 17:16 WIB
Tiga tersangka pembunuhan berencana di Cileungsi saat digelandang petugas menuju mobil tahanan.
Tiga tersangka pembunuhan berencana di Cileungsi saat digelandang petugas menuju mobil tahanan.

METROPOLITAN.id - Tak terima setoran parkirannya di potong, AH menyewa dua mantan residivis begal untuk membunuh pamannya sendiri yakni P. AH menjanjikan uang Rp5 juta kepada masing-masing eksekutor. Jeri payah AH selama 10 tahun dengan mengelola lahan parkir disekitaran mal Metland ini harus berakhir dibalik jeruji besi, usai AH mendalangi pembunuhan berencana kepada P alias G pada 17 Oktober 2021 di Cileungsi. "Pembunuhan ini sudah direncanakan satu tahun lalau, tetapi baru kemarin dilakukan dengan membayar dua orang rekannya atau tersangka lainnya yakni ND dan DA," kata Kapolres Bogor AKBP Harun. Pada saat pelaksanaan eksekusi, tersangka AH mencekoki korban P dengan minuman keras. Sehingga setelah P mabuk kedua tersangka lainnya ND dan DA baru melancarkan aksinya. "Si korban diajak mabuk-mabukan dulu didekat pangkalan ojek oleh AH, setelah mabuk baru tersangka lainnya mengekseskusi dengan membacok dengan menggunakan cerulit dan parang," paparnya. Usai menjalankan aksinya, ketiga tersangka AH, ND dan DA ini berkumpul kembali dirumah AH yang ada di Sumedang. AH pun memberikan uang yang telah dijanjikannya kepada kedua tersangka lainnya. "Kedua eksekutor ND dan DA ini baru menerima uang masing-masing Rp1 juta dari AH. Lalu kedua tersangka ini melarikan diri dimana ND kabur ke Sumedang, DA ke Majalengka dan AH pulang ke rumahnya yang di Cileungsi," kata dia. "Saat dilakukan penangkapan ditempat pelariannya masing-masing kedua eksekutor ND dan DA ini melakukan perlawanan, sehinhga kita pun harus memberikan tindakan tegas dan terukur kepada tersangka ini dengan memberikan timah panas di kakinya," sambung Harun. Sebelumnya, AH merencanakan pembunuhan kepada pamannya lantaran setoran yang diterimanya berkurang selama pamannya ikut mengelola parkiran liar yang dirintisnya selama 10 tahun terakhir. Akibat perbuatannya, ketiga tersangka dijerat pasal 340 atau pasal 351 ayat 3 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara atau hukuman seumur hidup. (mam)  

Editor: Imam Marco

Tags

Terkini

Nikmatnya Mie Ayam khas Jepang di Depok, Penasaran?

Minggu, 5 Februari 2023 | 09:18 WIB

Coba Yoga Vinyasa Yuk, Ini Tipsnya buat Pemula

Minggu, 5 Februari 2023 | 08:32 WIB
X