Rabu, 8 Februari 2023

Sempat Diambang Kebangkrutan, PT PPE Kini Jalankan Bisnis Baru

- Senin, 1 November 2021 | 13:10 WIB

METROPOLITAN.id - Tak kurang dari 137 orang karyawan harus dirumahkan untuk menyelamatkan PT Prayoga Pertambangan Energy (PPE) yang nyaris gulung tikar akibat selalu merugi selama beroperasi. Tak hanya karyawan, sejumlah aset yang dimiliki oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Bogor ini pun banyak yang rusak serta tak berfungsi. "Saya pertama datang ke PPE melakukan pemetaan dulu, salah satunya soal karyawan yang jumlahnya sangat gemuk dengan pekerjaan sedikit. Padahal dari kerjaan yang ada paling butuh 17 orang saja," kata Direktur Utama PT PPE Agus Setiawan. Setiap bulannya PT PPE harus merogoh kocek biaya rutin sekitr Rp600 juta perbulan. Hal itu tidak sebanding dengan pendapatannya yang kala itu masih minim. Sehingga Penyertaan Modal Pemerintah (PMP) habis terkuras oleh biaya rutin yang membengkak. "Dari 137 karyawan yang dirumahkan itu kita sortir lagi hingga saat ini ada 58 karyawan. Sehingga kita bisa melakukan efisensi Rp300 jutaan dalam sebulan," sambung Agus. Dari 58 karyawan yang direkrutnya lagi, Agus mengaku dirinya berkomitmen dengan para karyawannya untuk ikut serta membangun perusahaan menjadi lebih baik ditengah keterpurukan yang membayangi perusahaan pelat merah ini. Resiko yang ditangung karyawan PPE ini tidak menerima gaji jika tidak ada orderan. Sehingga para karyawan pun menurut Agus, harus menjadi marketing dari level cleaning service hingga dirinya sekali pun agar unit bisnis yang dimiliki oleh PT PPE dapat berjalan. "Kita punya divisi marketing tapi dengan jumlah SDM yang terbatas. Sehingga kita harus memutar otak dengan menginstruksikan semua katyawan dapat menjadi marketing PPE," paparnya. Setelah memiliki tim yang solid, Agus mengaku saat ini mulai mengembangkan bisnisnya. Namun nahas saat akan memulai beberapa izin koor bisnis yang dimiliki PPE sudah habis, sehingga perlu waktu untuk memperpanjang seluruh izin yang dimilikinya. "Bisa dibilang ketika saya masuk PPE semuanya mati termasuk listrik yang diputus PLN. Hanya rumput yang hidup dan subur disana," ujar Agus. Meski begitu saat ini PPE sedang merangkak untuk berkembang. Pasca ditinggalkan sejumlah vendo-vemdor karena tidak sanggup membayar, PT PPE kini tengah mengembangkan bisnis barunya yakni trading dengan menyediakan bahan baku. (mam)

Editor: Imam Marco

Tags

Terkini

Pesawat Susi Air Dibakar, Pilotnya Disandera OPM

Rabu, 8 Februari 2023 | 09:04 WIB
X