Rabu, 8 Februari 2023

Kalah di MA, Gugatan PT Galvindo soal Pasar TU Kemang Bogor Keok Lagi di PTUN

- Sabtu, 4 Desember 2021 | 17:17 WIB
AMBIL ALIH : Pemkot Bogor mengambil alih pengelolaan Pasar TU Kemang dari PT Galvindo Ampuh, Senin (17/5). (Fadli/Metropolitan.id)
AMBIL ALIH : Pemkot Bogor mengambil alih pengelolaan Pasar TU Kemang dari PT Galvindo Ampuh, Senin (17/5). (Fadli/Metropolitan.id)

METROPOLITAN.id - Sengkarut pengelolaan Pasar Tekhnik Umum (TU) Kemang antara Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dengan PT Galvindo Ampuh kini memasuki babak baru. Teranyar, gugatan PT Galvindo menemui jalan buntu lantaran keok di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Bandung. Padahal sebelumnya PT Galvindo juga sempat mengajukan gugatan perdata ke Mahkamah Agung, hasilnya pun kandas. Pemkot Bogor disebut menjadi pengelola yang sah atas Pasar TU Kemang dengan Perumda Pasar Pakuan Jaya sebagai pelaksana. Diketahui, PT Galvindo Ampuh melakukan gugatan dengan objek sengketa Surat Wakil Wali Kota Bogor Nomor 511/2508-Hukham tanggal 7 Mei 2021 Prihal Pemberitahuan Pengelolaan Pasar Teknik Umum dengan Perkara Nomor: 80/G/2021/PTUN.BDG pada 13 Juli 2021, telah diputus PTUN tanggal 24 November 2021 lalu dengan Amar Putusan pokok sengketa gugatan PT Galvindo kepada Pemkot Bogor tidak diterima. Sebelumnya Pemkot Bogor Melalui Perumda Pasar Pakuan Jaya telah menerima salinan lengkap Putusan Kasasi Perdata dari Mahkamah Agung RI dengan Nomor Register Perkara 1232 /K/ PDT/2021 yang telah diputus pada 27 Agustus 2021 Menolak Permohonan Kasasi PT Galvindo Ampuh. Hal itu menguatkan putusan dari Pengadilan Tinggi Bandung Nomor 320/PDT/2020/PT BDG yang diputuskan pada tanggal 5 Agustus 2020 Jo. Pengadilan Negeri Bogor Nomor 93/Pdt.G/2018/PN Bgr tanggal 31 Juli 2019 terkait gugatan PT. Galvindo Ampuh terhadap Perusahaan Daerah Pasar Pakuan Jaya (Perumda PPJ) Kota Bogor. Dalam putusan tersebut di antaranya PT Galvindo dinyatakan melakukan perbuatan melawan hukum dan yang berhak melakukan pengelolaan pasar adalah pemerintah Kota Bogor/ Perusahaan Daerah Pasar Pakuan Jaya serta memerintahkan PT Galvindo Ampuh untuk meninggalkan pengelolaan Pasar TU Kemang. Kepala Bagian Hukum dan HAM Sekretariat Daerah (Setda) Kota Bogor Alma Wiranta menyatakan dalam amar putusan perdata PT Galvindo Ampuh melakukan Perbuatan Melawan Hukum, maka dalam waktu dekat akan ditelaah untuk dilakukan pelaporan ke Aparat Penegak Hukum (APH), untuk menindaklanjuti potensi PAD yang seharusnya sejak 2007 diterima Pemkot Bogor. "Mengingat beberapa waktu yang lalu BPKP telah membuka ruang TAT setelah ada pelaporan ke KPK," katanya. Selanjutnya, dalam perkara PTUN menyatakan bahwa gugatan PT Galvindo Ampuh kepada Pemkot Bogor tidak diterima. Alma menjelaskan bahwa Perjanjian Nomor : 644/SP.03-Huk/2001 dan Nomor: 39/SP/GA-BGR/AGS/XI/2001 tertanggal 14 Agustus 2001 antara Pemerintah Kota Bogor dan PT. Galvindo Ampuh menyatakan pengelolaan Pasar Teknik Umum oleh PT Galvindo Ampuh berakhir pada 14 Agustus 2007. “Pada pokoknya langkah Pemkot Bogor sudah sesuai dengan koridor Hukum Administrasi dan keperdataan, akhirnya eksepsi Pemkot Bogor tentang legal standing diterima majelis hakim,” tandasnya. Menurutnya, majelis hakim PTUN menyatakan gugatan PT Galvindo Ampuh kepada Pemkot Bogor tidak diterima. Jadi sesuai perjanjian bahwa Pasar TU Kemang berhak di kelola Pemkot Bogor, yang laksanakan Perumda Pasar Pakuan Jaya untuk melakukan pengelolaan pasar,” lanjut Alma. Sementara itu Direktur Utama Perumda Pasar Pakuan Jaya Muzakkir mengatakan, pihaknya melalui Tim Terpadu yang dipimpin Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim telah melaksanakan pengelolaan Pasar TU Kemang. Serta bersama tim terpadu TNI/Polri terus menjaga kondusifitas dan ketertiban pasar dengan mengakomodir pekerja eksisting, sehingga pedagang dapat dengan tenang berjualan seperti biasa dalam melakukan pemulihan ekonomi di tengah pandemi. "Di pasar juga telah di lakukan vaksinasi bagi para pedagang," tukasnya. Mantan ketua BPC HIPMI Kota Bogor itu menambahkan, Pasar TU Kemang merupakan pasar induk terbesar di Bogor ini dengan komoditi sayur mayur dapat menjadi benteng pertahanan stabilisasi harga dan ketersediaan bahan pokok di Bogor, yang menyediakan kebutuhan dasar sehari hari dengan harga terjangkau. “Pasar Induk Kemang juga menjadi barometer stabilisasi harga dan ketersediaan bahan pokok di Bogor dengan harga yang terjangkau dikelola oleh Perumda Pasar Pakuan Jaya, sebagai satu satunya BUMD yang menjalankan fungsi pengelolaan pasar milik Pemkot Bogor,” tutupnya. Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan atau keterangan dari PT Galvindo Ampuh terkait putusan hukum ini. (*/ryn)

Editor: Ryan Milan

Tags

Terkini

Pesawat Susi Air Dibakar, Pilotnya Disandera OPM

Rabu, 8 Februari 2023 | 09:04 WIB
X