Senin, 30 Januari 2023

DED Sudah Jadi, Pemkot Bogor Paksa Kemenhub Bangun Stasiun Sukaresmi Tahun Ini

- Rabu, 5 Januari 2022 | 13:23 WIB

METROPOLITAN.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor meminta Pemerintah Pusat dalam hal ini Kementerian Perhubungan (Kemenhub) agar membangunkan Stasiun Sukaresmi pada tahun ini.   Musababnya, PT Kereta Api Indonesia (KAI) saat ini telah membuatkan Detail Engineering Design (DED) Stasiun Sukaresmi yang berlokasi di Jalan Arteri, Kecamatan Tanahsareal, Kota Bogor itu.   Kepala Bappeda Kota Bogor, Rudy Mashudi menuturkan, sebenarnya pada tahun 2020 lalu Kemenhub sudah mau menganggarkan pembangunan Stasiun Sukaresmi ini.   Akan tetapi, pembangunan Stasiun Sukaresmi batal terlaksana karena anggaran Kemenhub terkena kebijakan refosucing dari Pemerintah Pusat, sehingga dialihkan ke kegiatan yang lebih prioritas menurut Kemenhub.   Meski begitu, karena kondisi saat ini mulai stabil, Pemkot Bogor meminta rencana pembangunan Stasiun Sukaresmi dapat dilaksanakan pada tahun ini. Apalagi, PT KAI saat ini sudah membuatkan DED pembangunan stasiun baru tersebut.   "2020 sudah mau dianggarkan dan sudah (ada) DED dari PT KAI, tapi kena refocusing. Nah, sekarang kami minta Pusat membangunkan (Stasiun Sukaresmi), karena kami sudah berkontribusi lahan dan jalan, itu tidak sederhana dan tidak murah. Kita minta tahun 2022 sudah ada aksi (pembangunan)," kata Rudy, Rabu (5/1).   Menurutnya, memang ada opsi lain untuk membangun Stasiun Sukaresmi tanpa mengharapkan anggaran dari Pemerintah Pusat. Yaitu, dengan APBD Kota Bogor atau pun melibatkan swasta dalam pembangunan ini.   Akan tetapi, karena anggaran Kota Bogor terbatas, sementara transportasi di Kota Bogor tidak bisa berdiri sendiri apalagi kewenangan kereta api adanya di Pemerintah Pusat, maka pihaknya masih mengharapkan pembangunan Stasiun Sukaresmi dapat dianggarkan Kemenhub.   Apalagi, sesuai Surat Wali Kota Bogor tertanggal 6 Desember 2021 yang sudah disampaikan ke Kemenhub terkait usulan pembangunan Stasiun Sukaresmi, bahwa pembangunan stasiun ini sudah masuk Rencana Induk Transportasi Jabodetabek (RIJT).   Lalu, sesuai Perda Nomor 6 tahun 2021 Kota Bogor tentang RTRW, bahwa kawasan Sukaresmi sudah masuk ke dalam kawasan Transit Oriented Development (TOD).   "Saya tegaskan anggaran daerah Kota Bogor terbatas, oleh karena itu kami meminta pusat membangunkan Stasiun Sukaresmi," ucap Rudy.   "Kita minta dibangunkan karena beban lalulintas kota sudah cukup berat, kita juga ingatkan sudah pernah bikin surat (permintaan membangun Stasiun Sukaresmi) ke mereka tiga kali (terakhir 6 Desember 2021), kita ingatkan lagi sekarang," sambungnya.   Ditanya apakah sudah ada tanggapan terkait usulan pembangunan Stasiun Sukaresmi dari Kemenhub, Rudy mengaku secara tertulis belum ada, namun dukungan secara lisan sudah disampaikan BPTJ hingga Dirjen Perkeretaapian.   "Belum ada, tapi secara lisan kita didukung BPTJ dan Dirjen Perkeretaapian. Karena kita bilang transportasi di Kota Bogor tidak bisa berdiri sendiri apalagi kewenangan kereta api adanya di Pusat," imbuh Rudy.   Belum lagi, ditambahkan Rudy, berdasarkan data yang di dapat dari Kepala Stasiun Bogor, rata-rata penumpang harian di Stasiun Bogor menyentuh 90 ribu orang perharinya.   Maka, apabila pengembangan kota ini tidak diantisipasi sejak jauh-jauh hari, pusat Kota Bogor akan lumpuh dengan perkembangan mobilitas warga yang ke satu titik.   "Ini yang harus diantisipasi, apalagi dengan perkembangan Dramaga dan wilayah Barat di Kabupaten Bogor saat ini. Oleh karena itu kita mendesain dan merencanakan pembangunan Stasiun Sukaresmi untuk bisa memecah pergerakan orang," bebernya.   "Jika jadi 50-60 persen pergerakan orang akan berhenti di Sukaresmi, karena Bogor Barat, Bogor Utara dan Tanahsareal terkoneksi dengan Biskita. Artinya tidak semua orang akan turun di Stasiun Bogor," lanjut dia.   Ditambah, kata Rudy, jarak antara Stasiun Cilebut ke Stasiun Bogor ini memiliki panjang 7 kilometer. Sementara, standar perkotaan itu jarak stasiun satu ke stasiun lainnya maksimal 1,5-2 kilometer.   Maka, wajar apabila Pemkot Bogor berencana membangun stasiun baru di wilayahnya, yakni Stasiun Sukaresmi.   "Seperti di Jakarta, Stasiun Cikini-Gondangdia itu deket, jadi bisa jalan antar stasiun. Sementara di kita mencapai 7 km, maka wajar kita mengusulkan membangun stasiun baru," ungkapnya.   "Kemarin saya juga sudah undang BPTJ dan Dirjen Perkeretaapian pas rapat akhir tahun di ruang rapat 1 dan kembali mendorong untuk Pusat bisa membangun Stasiun Sukaresmi dan kita sudah berkirim surat lagi," ujar Rudy.   Sebelumnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor kembali menyurati pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terkait rencana pembangunan Stasiun Sukaresmi di Kecamatan Tanahsareal, Kota Bogor.   Sebab, sejak dua kali bersurat pada 2016 dan 2017 silam, belum ada kepastian terkait rencana pembangunan Stasiun Sukaresmi. (rez)

Editor: M Reza Malik

Tags

Terkini

Polres Bogor Gandeng Brimob Gencarkan Patroli Malam

Minggu, 29 Januari 2023 | 13:21 WIB
X