Rabu, 1 Februari 2023

Wagub Jabar Ingin Konservasi di Nanggung tak Hanya Gertakan, Tambang Harus Sejahterakan Rakyat

- Kamis, 13 Januari 2022 | 20:07 WIB

METROPOLITAN.id - Wakil Gubernur Jabar, Uu Ruzhanul Ulum mengaku berbicara masalah tambang merupakan dilema. Di satu sisi, tambang sangat menguntungkan. Namun di sisi lain, jika pengelolaannya tidak profesional, kerugian yang akan didapat. Hal itu disampaikan Uu saat meresmikan kawasan edukasi konservasi dan wisata Sungai Ciguha di Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, Kamis (13/1). "Sebaliknya jika tambang tidak dimanfaatkan untuk apa potensi yang ada, butuh pasir, batu bahkan emas untuk menyejahterakan masyarakat. Terpenting bukan mengambil dan menggalinya, tetapi pemanfaatannya harus sesuai dengan hukum dan norma. Mengubah paradigma masyarakat yang mengubah citra itu yang paling mahal. Kegiatan ini merupakan langkah yang sangat luar biasa," ujar Uu. Uu juga mengapresiasi pembentukan kawasan konservasi ini. Ia berharap langkah ini bukan gertakan semata, akan tetapi terus berlanjut sehingga bisa membasmi penambang emas ilegal. “Kami berikan apresiasi dan penghargaan. Harapan kami ini terus berlanjut, tidak cukup segertakan saja, tapi harus ada keberlangsungan, kontinyuitas, karena ini sangat penting. Makanya saya minta daerah-daerah lain bisa mengikuti langkah ini, untuk bisa membasmi penambangan liar,” ungkapnya. Di tempat yang sama, Wakil Bupati Bogor Iwan Setiawan berharap langkah ini dapat menghilangkan praktik penambang emas tanpa izin (Peti) di wilayah Nanggung. Menurutnya, Kecamatan Nanggung merupakan wilayah yang luar biasa, di mana potensi sumber daya alamnya juga cukup luar biasa di wilayah Bogor Barat. Wilayah Nanggung sebelumnya merupakan tempatnya penambang emas ilegal. Permasalahanannya pun cukup kompleks. Dengan pembuatan kawasan edukasi konservasi, dan wisata Sungai Ciguha, Iwan berharap dapat mengurangi dan mengilangkan PETI. “Dampak dari PETI cukup fenomenal, bahkan sampai menyebabkan bencana nasional. Dengan adanya pemberian kepada local hero dapat menggeser kegiatan masyarakat gurandil (penambang emas ilegal), mengurangi bahkan hilang. Sehingga mereka akan bergeser kepada kegiatan edukasi wisata di Wilayah Bogor Barat ini. Pemkab Bogor pada prinsipnya sangat mendukung kegiatan pengembangan kawasan edukasi konservasi, dan wisata Sungai Ciguha,” ungkap Iwan. Berkaca pada bencana alam tanah longsor besar pada awal 2020 lalu di Kecamatan Nanggung, Cigudeg, dan Sukajaya, memberikan hikmah untuk menghentikan kegiatan PETI. Sebab berdasarkan penelitian, bencana alam longsor dikaitkan dengan adanya PETI yang menyebabkan tanah amblas dan gunung meleleh sehingga menimbulkan longsoran. “Mudah-mudahan adanya kawasan wisata edukasi ini yang memang menjadi pilot project dapat mengangkat potensi dan perekonomian wilayah Bogor Barat serta menghilangkan PETI. Terima kasih Wakil Gubernur Jabar atas kehadiran dan dukungannya, kita akan terus bersinergi, apa yang menjadi tugas desa, provinsi, Kabupaten Bogor dan PT. Antam,” tandasnya. (fin)

Editor: Arifin

Tags

Terkini

Ikuti Workshop Bisnis bjb PESATkan UMKM di Palembang

Selasa, 31 Januari 2023 | 16:26 WIB
X