Senin, 30 Januari 2023

Dukung Pertanian Modern, 40 Peserta dari Empat Provinsi Digojlok Agribisnis Smart Farming di Ciawi

- Minggu, 20 Februari 2022 | 18:39 WIB

METROPOLITAN.ID - Di bawah kepemimpinan Menteri Syahrul Yasin Limpo (SYL), berbagai upaya dilakukan untuk mengimbangi perkembangan teknologi dan mewujudkan pertanian maju, mandiri, dan modern. SDM pertanian diharapkan mampu menguasai teknologi dan menciptakan berbagai inovasi, terutama dari kalangan milenial. “Kemajuan pertanian harus didukung generasi milenial dengan semangat inovasi tinggi, melakukan cara-cara baru sebagai ciri yang maju, mandiri, dan modern,” kata Mentan SYL. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan mengadakan pelatihan smart farming, yang dibuka pada tanggal 19 Februari 2022 di Polbangtan Bogor. Pelatihan tersebut akan berlangsung selama 8 hari bertempat di PPMKP Ciawi. Peserta berasal dari 4 provinsi lokasi Program Youth Entrepreneurship and Employment Support Services (YESS), sebanyak 40 orang. “smart farming merupakan bagian dari berkembangnya ilmu pengetahuan di bidang pertanian, terutama di era internet dan berkurangnya lahan pertanian. Sehingga smart farming harus menjadi alternatif dalam berusahatani ke depan,” arahan Dedi Nursyamsi, selaku Kepala Badan PPSDMP dalam pembukaan pelatihan smart farming. Pelatihan modern dengan teknologi smart farming merupakan sistem yang terdapat keterkaitan erat antar subsistem, mulai dari hulu hingga hilir, yang didukung oleh tenaga kerja dan lembaga pendukung unggulan. Smart farming didefinisikan sebagai sistem pertanian berbasis teknologi yang dapat membantu petani meningkatkan hasil panen secara kualitas dan kuantitas, memberikan efisiensi biaya dan waktu produksi, serta mitigasi iklim melalui penggunaan sumber daya alam secara bijak. “kegiatan pelatihan agribisnis smart farming merupakan upaya membangun ekosistem pemberdayaan milenial melalui pembinaan dan pengembangan ekosistem pertanian digital (IoT) dari hulu ke hilir, serta meningkatkan inklusi keuangan,” ujar Idha Widi Arsanti, selaku Kepala Pusat Pendidikan Pertanian. Setelah pelatihan selama 8 hari selesai, peserta akan kembali ke daerah untuk praktik di lokasi usaha masing-masing selama 2 bulan, yang kemudian akan dilanjutkan dengan pelatihan secara online selama 6 hari. Selama pelatihan, peserta akan mendapatkan pembelajaran dari fasilitator yang berasal dari unsur widyaiswara, dosen, guru, praktisi, perusahaan swasta, hingga perbankan. (suf)

Editor: Maulana Yusuf

Tags

Terkini

Polres Bogor Gandeng Brimob Gencarkan Patroli Malam

Minggu, 29 Januari 2023 | 13:21 WIB
X