Rabu, 1 Februari 2023

Demi Jalur Puncak 2 Pemkab Bogor Harus Bebaskan Lahan 1,5 Hektar

- Jumat, 11 Maret 2022 | 17:02 WIB
MELINTAS: Seorang pengendara saat melintas di jalur Puncak II, Kabupaten Bogor.
MELINTAS: Seorang pengendara saat melintas di jalur Puncak II, Kabupaten Bogor.

METROPOLITAN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor rupanya masih harus membebaskan lahan sekitar 1,5 hektar untuk pembangunan Jalur Poros Tengah Timur atau Puncak 2. “Dari data yang ada, rata-rata yang masih harus dibebaskan ke masyarakat sekitar 1,5 hektare," kata Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Bogor, Ajat R Jatnika. Ajat menjelaskan, pembebasan lahan itu diperlukan sebagai akses keluar-masuk Jalur Puncak Dua. "Lahan itu itu ada di sekitaran Sirkuit Sentul sebagai akses keluar-masuk,” paparnya. Secara keseluruhan, Jalur Puncak Dua diketahui membutuhkan lahan seluas 115 hektare, di mana 63 persen merupakan hasil hibah dari pemilik lahan, selebihnya memerlukan pinjam pakai kawasan kehutanan. Rencananya, Jalur Puncak Dua akan memiliki panjang 62,8 kilometer dan dibangun dalam dua tahap. Tahap pertama sepanjang 48,7 kilometer menghubungkan Sentul Bogor hingga Istana Cipanas, Cianjur. Kemudian tahap kedua sepanjang 18,5 kilometer menghubungkan Desa Wargajaya, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor hingga ke perbatasan Karawang di Green Canyon. Sebelumnya, Bupati Bogor Ade Yasin pun telah sepakat dengan Bupati Cianjur, Herman Suherman, untuk mendesak Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) agar membangun Jalur Puncak Dua sebagai penanganan jangka panjang untuk mengatasi kemacetan Jalan Raya Puncak. “Solusi untuk memecah kemacetan Jalan Raya Puncak ya pembangunan jalan baru, yaitu Puncak Dua,” kata Ade Yasin. Disamping itu, Ade Yasin pun meminta dukungan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat untuk ikut mendorong terwujudnya pembangunan Jalur Puncak Dua pemerintah pusat. Sebab, dia menilai persoalan kemacetan menjadi salah satu masalah yang tak pernah terselesaikan. "Salah satu yang harus sama-sama kita dorong adalah terwujudnya pembangunan Jalur Puncak Dua atau Jalur Poros Tengah Timur sebagai upaya mengurangi kemacetan di Puncak. Dan ini perlu kolaborasi antara Pemkab Bogor juga Pemprov Jabar," kata dia. Ade Yasin menilai dengan kolaborasi Pemkab Bogor dan Pemprov Jawa Barat, maka power untuk mendorong terwujudnya pembangunan Jalur Puncak Dua kepada pusat, bisa segera terealisasi. "Kadang kita kalau ada tamu dari luar negeri dibawa kesini tuh malu karena macet. Pernah saya bawa orang Korea, ketika macet stuck begitu, akhirnya balik lagi. Ini mesti ada solusinya, salah satu solusinya yaitu jalur Puncak dua," tutur Ade Yasin. (mam)

Editor: Imam Marco

Tags

Terkini

Ikuti Workshop Bisnis bjb PESATkan UMKM di Palembang

Selasa, 31 Januari 2023 | 16:26 WIB
X