Jumat, 3 Februari 2023

Jadi Pembicara di Malaysia, Gus Udin Ajak Pemuda Berpikir Terbuka Soal Politik

- Sabtu, 23 April 2022 | 22:21 WIB

METROPOLITAN.id - Dosen Ilmu Politik Universitas Djuanda (Unida) Bogor yang juga anggota Tim Percepatan Pembangunan Strategis Kabupaten Bogor, Saepudin Muhtar dipercaya menjadi narasumber dalam forum internasional di Malaysia. Bersama para akademisi di Malaysia, mereka membahas peranan pemuda dalam politik. Forum antar bangsa tersebut disajikan dalam format diskusi secara langsung dan disiarkan lewat YouTube, Sabtu (23/4). Acara ini digagas Kolej Sultan Alaeddin Suleiman Shah (Kosass) di Universitas Putra Malaysia (UPM) dengan tema Kematangan Politik Belia Membina Keutuhan Negara. Pria yang karib disapa Gus Udin ini dipercaya menjadi panelis pertama. Dua panelis lainnya yakni Professor Dr. Ismi Arif Ismail (pengarah IPSASS) dan KSJN Muhammad Mustaqhim bin Alias (Presiden MPK Kosass 2021-2022).
-
Gus Udin menjelaskan, poin utama dalam forum tersebut membahas seputar pemuda, politik dan keutuhan negara. Dalam forum tersebut, dikomparasikan juga bagaimana pemilihan umum (pemilu) berlangsung di masing-masing negara. "Mereka banyak bertanya soal peranan pemuda dalam politik dan keutuhan negara. Seperti misalnya kalau di kita kan usia 17 tahun sudah mencoblos, sementara kalau di Malaysia baru didorong di usia 18. Kita bahas sistem pemilu juga sebagai komparasi dan bagaimana partisipasi masyarakat," ujar Gus Udin. Kandidat Doktor Ilmu Politik UIN Jakarta ini juga memaparkan soal tujuan pemilu yang dibentuk untuk meminimalisasi konflik yang ada dalam tradisi kepemimpinan. Kedaulatan masyarakat tercermin saat pemilihan umum berlangsung. "Jadi ketika makin banyak warga termasuk pemuda memberikan suaranya secara langsung, maka kedaulatan rakyat dan keberlangsungan negara semakin kuat," ungkapnya. Menurut Gus Udin, memang banyak hal menarik jika membahas soal politik dan pemilihan umum di Indonesia dan Malaysia. Setidaknya, ada beberapa hal yang dirasa memiliki kesamaan. "Misalnya di kedua negara ini sama-sama terdiri dari banyak partai. Lalu pemerintahannya terbentuk dari koalisi partai dan pemilihnya juga terdiri dari etnis yang beragam," terang Gus Udin.
-
Selain sebagai forum ilmiah, Wakil Ketua PCNU Kabupaten Bogor ini berharap kegiatan ini menjadi salah satu upaya yang bisa menambah erat hubungan Indonesia - Malaysia. Terlebih, keduanya merupakan saudara serumpun. "Ini juga jadi bagian diplomasi yang memang dilakukan tidak hanya G to G (goverment to goverment), tapi juga lewat forum intelektual," tandasnya. Usai forum berlangsung, Gus Udin juga diajak buka bersama dengan para tokoh dan guru besar di sana, termasuk dengan rektor tertinggi atau Naib Canselor UPM, YH. Profesor Dato' Dr. Mohd. Roslan Sulaiman. (fin)

Editor: Arifin

Tags

Terkini

SMKPP Kementan Bekali Calon Wirausaha Muda Pertanian

Jumat, 3 Februari 2023 | 15:00 WIB
X