Rabu, 8 Februari 2023

Jaringan Aktivis Nusantara Sebut Kabupaten Bogor Berkembang di Bawah Kepemininan Ade Yasin

- Senin, 9 Mei 2022 | 14:22 WIB
Koordinator Jaringan Aktivis Nusantara M Hafiz Azami
Koordinator Jaringan Aktivis Nusantara M Hafiz Azami

METROPOLITAN.id - Jaringan Aktivis Nusantara Bogor Raya menilai tertangkapnya Bupati Bogor nonaktif Ade Yasin membuat Kabupaten Bogor kembali sulit menemukan pemimpin yang memiliki program visioner untuk kemajuan Kabupaten Bogor. Koordinator Jaringan Aktivis Nusantara M Hafiz Azami mengatakan, kejadian tersebut membuat seluruh elemen masyarakat Kabupaten Bogor sedih. “Selama kepemimpinan Ade Yasin banyak program yang baik untuk masyarakat. Bu Ade juga dikenal oleh masyarakat sebagai pemimpin yang memiliki rasa empati yang besar," kata Hafiz. Program-program baik yang diinisiasi oleh Ade Yasin lewat Pancakarsa terbukti mampu mendorong sisi lain Kabupaten Bogor yang belum terjamah seperti Pendidikan, Kesehatan, dan Pembangunan yang relatif belum merata. “Lewat Samisade pembangunan desa hari ini tumbuh begitu cepat. Hal itu langsung bisa dirasakan oleh pemerintah Desa. Pembangunan di desa-desa cukup merata," paparnya. “Selain itu ada program Bogor Cerdas. Hadirnya program ini pun mampu dirasakan sekitar 1.500-an pemuda yang mendapat beasiswa dari pemkab Bogor. Adanya program ini kami berdampak positif pada indeks pembangunan pemuda di Kabupaten Bogor,” sambung dia. Hafiz melanjutkan, dari segi pembangunan desa naik secara signifikan. Berdasarkan data Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) menyatakan, Kabupaten Bogor nihil desa berstatus tertinggal mulai tahun ini. Kemendes PDTT juga menyatakan bahwa empat desa di Kabupaten Bogor yang pada 2020 lalu masih berstatus desa tertinggal, kini telah naik status menjadi desa berkembang. Empat desa tersebut, yaitu Cilaku di Kecamatan Tenjo, Wirajaya di Kecamatan Jasinga, serta Sukarasa dan Buanajaya di Kecamatan Tanjungsari. Data Kemendes PDTT tersebut menunjukkan banyak kemajuan lainnya dari desa di Kabupaten Bogor, seperti halnya desa mandiri, di mana sebelumnya hanya berjumlah 29 desa, kini naik menjadi 48 desa. Kemudian, desa maju dari sebelumnya berjumlah 131 desa menjadi 188 desa. Jumlah desa berkembang yang sebelumnya tercatat ada 252 desa, kini tersisa sebanyak 180 desa. Tidak hanya itu, sebanyak 18 Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di wilayah Bogor juga mampu berkontribusi untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Masih kata Hafiz, pembangunan Kabupaten Bogor melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (DPKPP) patut diacungi jempol seperti di tahun 2021 beberapa program yaitu pembangunan Jembatan Rawayan, ruang terbuka publik, dan Penanganan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Jembatan Rawayan misalnya, Pada tahun 2021 DPKPP menargetkan membangun 33 jembatan rawayan di 22 kecamatan dan 29 desa. Hal dasar infrastruktur sebagai mobilitas penunjang ekonomi masyarakat. Sampai dengan 25 November 2021,jembatan rawayan telah 100 persen. Ada 16 jembatan rawayan tersebar di 15 belas kecamatan dan 16 belas desa. Begitupun RTLH di Kabupaten Bogor dalam menuntaskan pemukiman kumuh. Pada tahun 2021 ini, Pemerintah Kabupaten Bogor merencanakan alokasi bantuan sebanyak 2.000 Unit untuk calon penerima bantuan yang tersebar di 40 Kecamatan meliputi 392 Desa dan 17 Kelurahan sasaran melalui mekanisme bantuan sosial. Sampai dengan tanggal 25 November 2021, dari target 2000 unit, yang sudah menerima bantuan rutilahu sebanyak 1625 unit. Perkembangan Kabupaten Bogor dari aspek perekonomian di era Bupati Ade Yasin menurut Hafiz juga cukup mentereng, di mana Kabupaten Bogor tahun lalu mampu membukukan Pendapatan Asli Daerah (PAD) senilai Rp3,7 triliun pada tahun 2021 atau melampaui target yang ditetapkan senilai Rp3,3 triliun. Pendapatan daerah dinaikkan dari Rp 6,7 triliun menjadi Rp 7,9 triliun. Dengan kenaikan Rp 1,2 triliun itu pendapatan daerah meningkat 18,35 persen dari perkiraan semula. “Ini pencapaian yang luar biasa, ditengah pandemi justru PAD Bogor meningkat cukup tinggi. Tentunya uang tersebut bisa digunakan untuk percepatan pemulihan ekonomi Kabupaten Bogor,” tegasnya. Lebih lanjut, Hafiz mengaku dalam kasus yang menjerat Ade Yasin, dirinya sangat menghormati proses hukum yang sedang berjalan. “Sekalipun banyak hal yang menurut kami agak janggal dalam pemberitaan Operasi Tangkap Tangan (OTT) Bu Ade. Bagi kami, siapa otak dalam kasus suap opini WTP ini masih bisa dipertanyakan,” kata dia “Namun kita tetap ikuti terus proses hukumnya. Selain itu Kami dan beberapa elemen kepemudaan lainnya juga sedang melakukan kajian terkait kasus yang sedang dihadapi Bu Ade,” ungkapnya. (*/mam)  

Editor: Imam Marco

Tags

Terkini

Pesawat Susi Air Dibakar, Pilotnya Disandera OPM

Rabu, 8 Februari 2023 | 09:04 WIB
X