Rabu, 8 Februari 2023

Dapat Hibah Teknologi Eropa, Penghuni Lapas Paledang Bogor Bisa Minum Air Langsung dari Kamar Tahanan

- Rabu, 15 Juni 2022 | 15:10 WIB

METROPOLITAN.id - Penyediaan air bersih menjadi salah satu kebutuhan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Paledang Bogor. Kedepan, warga binaan hingga petugas Lapas Kelas IIA Paledang bakal bisa menikmati air yang tidak hanya bersih tapi juga bisa langsung diminum. Setelah adanya perjanjian kerja sama antara Lapas Kelas IIA Paledang Bogor dengan PT Beliver Karya Indonesia, terkait hibah pengadaan mesin dan instalasi air minum, Rabu (15/6). Kepala Lapas Kelas IIA Bogor Y Waskito mengatakan, ketersediaan air bersih untuk memenuhi kebutuhan di Lapas Bogor sudah ada. Namun menjadi hal penting pula dalam penyediaan air bersih ini ditingkatkan dari sisi kualitasnya. "Penyediaan air bersih di Lapas Bogor menjadi kebutuhan yang sangat penting dan urgent walaupun sarana sudah ada, tapi bicara kualitas mungkin akan lebih baik apa yang dihasilkan oleh PT Beliver Karya Indonesia," kata Waskito, Rabu (15/6). Oleh karena itu, pihaknya menyampaikan terima kasih kepada pihak PT Beliver Karya Indonesia telah memberikan kepercayaan kepada Lapas Bogor terlebih menjadikan pilot projects di Kanwil Kemenkumham Jawa Barat. Waskito menambahkan, untuk memenuhi kebutuhan air bersih di Lapas Bogor diperkirakan mencapai 1.450 liter air minum per hari dengan asumsi 2 liter per orang. Dirinya mengharapkan melalui kerja sama ini ketersediaan air minum terpenuhi. "Mudah-mudahan dengan bantuan mesin dan instalasi air minum ini bisa memenuhi harapan kita memberikan terbaik khususnya seluruh warga yang ada di sini," ungkapnya. Di tempat yang sama, Presiden Direktur PT Beliver Karya Indonesia Bethania Eden Thenu menuturkan, meskipun perusahaannya baru melakukan pengembangan di Indonesia, namun pengalaman sumber daya manusia didalamnya sudah berkiprah 30 tahun dalam proses instalasi dan pemurnian air di beberapa negara. "Seperti di Maroko, Dubai dan beberapa negara Afrika lainnya. Pengalaman kita kelola air di Spanyol dan Prancis. Nah teknologi ini kita bawa ke Indonesia dan sebagai pilot project di Lapas Paledang dalam bentuk hibah," ujarnya. Dari teknologi yang dibawa, kata dia, air yang dihasilkan tidak hanya bersih tapi juga layak minum sesuai standar WHO, yang punya 56 parameter. "Kita bisa hasilnya air sebanyak 9.000 liter per hari. Sumber airnya darimana, dari PDAM yang sudah ada dan dari sumur. Air dari sana kan memang sudah bersih, tapi belum layak minum," tukasnya. Sebagai pilot project, proses pembangunan akan dilakukan pada 27 Juni 2022 dan diperkirakan selesai serta bisa dipakai pada 30 Agustus 2022. Proses pembangunan diperkirakan menelan waktu satu bulan. "Tak hanya itu, teknologi ini tersambung langsung ke kamar masing-masing tahanan. Tidak harus ngantri keluar, jadi buka keran tidak hanya dapat air bersih, tapi bisa langsung minum. Intinya ini projek percontohan tidak hanya buat lapas-lapas, tapi lebih luas lagi untuk Indonesia. Tujuannya di masa depan, ya mungkin tidak akan ada lagi air galon," jelas Bethania. (ryn)

Editor: Ryan Milan

Tags

Terkini

Pesawat Susi Air Dibakar, Pilotnya Disandera OPM

Rabu, 8 Februari 2023 | 09:04 WIB
X