Sabtu, 4 Februari 2023

PNS Bogor Korupsi Duit Bantuan Bencana, Plt Bupati Bogor: Orang Begitu Pasti Kena Karma

- Jumat, 29 Juli 2022 | 12:32 WIB
Plt Bupati Bogor Iwan Setiawan
Plt Bupati Bogor Iwan Setiawan

METROPOLITAN.id - Plt Bupati Bogor Iwan Setiawan akhirnya buka suara soal korupsi dana kebencanaan atau Belanja Tidak Terduga (BTT) yang dilakukan oleh Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disdagin) Kabupaten Bogor Sumardi, saat dirinya menduduki jabatan Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Iwan mengaku sudah berkomunikasi dengan Inspektorat dan BKPSDM terkait persoalan tersebut. Namun saat pihaknya tidak bisa berbuat banyak, termasuk menonaktifkan Sumardi yang telah ditetapkan tersangka oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Bogor. "Kita mengedepankan azas praduga tak bersalah. Dan jika dilihat dari sisi aturan kalau yang bersangkutan tidak ditahan ya kita tidak bisa menonaktifkan atau memberhentikan sementara," kata Iwan. Untuk saat ini Sumardi juga masih aktif bekerja sebagai ASN dilingkungan Pemkab Bogor. Iwan juga berharap dengan Sumardi yang masih aktif bekerja sebagai Sekretaris Disdagin dapat bekerja seperti biasanya atau dapat memberikan pelayanan kepada masyarakat. "Kita tidak bisa menonjobkan kecuali ditahan oleh Kejari mungkin bisa dinonaktifkan, kalau belum ditahan dan kita nonaktifkan nanti kita di PTUN kan lagi," paparnya. Iwan juga berharap kasus yang menjerat anak buahnya itu menjadi pelajaran bagi ASN yang lainnya. Apalagi yang diselewengkan Sumardi ini adalah dana kebencanaan yang diperuntukan bagi korban bencana dan orang miskin. "BTT diperuntukan bagi orang yang kena musibah atau orang miskin, masa kita menari mengambil keuntungan dari orang-orang yang kena musibah. Orang begitu pasti kena karma," tegas Iwan. Sebelumnya, Kejari Kabupaten Bogor menetapkan Sumardi menjadi tersangka, ia diduga menyelewengkan dana kebencanaan masyarakat Kabupaten Bogor. "Perkembangan kasus dana bencana, hari ini (Kamis) kami menetapkan 2 orang tersangka, S dan SS," kata Kasi Intel Kejari Kabupaten Bogor, Juanda Sumardi ditetapkan sebagai tersangka bersama 1 orang lainnya berinisial SS yang merupakan pegawai kontrak di BPBD pada tahun 2011-2018. Keduanya, dianggap melakukan penyelewengan uang senilai Rp1,7 miliar untuk bantuan kebencanaan yang bersumber dari Belanja Tak Terduga (BTT) tahun anggaran 2017 yang tidak didistribusikan BPBD kepada masyarakat di tiga kecamatan, yaitu Cisarua, Tenjolaya dan Jasinga. Juanda menjelaskan bahwa pihaknya belum melakukan penahanan terhadap 2 tersangka. Tapi, pihaknya segera melakukan pemanggilan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. (mam)

Editor: Imam Marco

Tags

Terkini

Sabtu Pagi Bogor Diguncang Gempa, Ada yang Terasa?

Sabtu, 4 Februari 2023 | 09:50 WIB

Menghilangkan Bau Durian Secara Ampuh, Begini Tipsnya

Jumat, 3 Februari 2023 | 19:11 WIB

SMKPP Kementan Bekali Calon Wirausaha Muda Pertanian

Jumat, 3 Februari 2023 | 15:00 WIB
X