Sabtu, 4 Februari 2023

Ada Pungli di Jalur Puncak, Anggota Dewan Ini Geram!

- Kamis, 18 Agustus 2022 | 19:01 WIB

Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Bogor Tuti Alawiyah METROPOLITAN.ID - Lokasi pungutan liar (pungli) di Desa Pandansari kecamatan Ciawi, kabupaten Bogor yang viral di media sosial ternyata dekat dengan kediaman anggota DPRD Kabupaten Bogor. Jarak antar lokasi pungli yang viral di media sosial itu hanya berjarak ratusan meter dari rumah Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Bogor Tuti Alawiyah. Mendapati kabar tersebut, Tuti Alawiyah meminta agar pelaku praktek pungli yang viral di media sosial itu ditertibkan. Karena hal tersebut sudah melanggar hukum. "Pungli itu harus ditertibkan," katanya Tuti Alawiyah memaparkan, didekat kediamannya memang merupakan jalur alternatif. Saat akhir pekan, banyak masyarakat di sana yang menjajakan diri sebagai pemandu jalur alternatif. "Hampir setiap akhir pekan, Sabtu-Minggu, saat kemacetan dan sistem buka tutup diterapkan di kawasan Puncak, banyak bermunculan warga yang menawarkan jasa pemandu jalan alternatif disekitaran Gadog," katanya kepada Metropolitan Kamis (18/8) Iapun mengatakan, banyak orang yang mau berlibur ke Puncak dan ingin cepat sampai ke tujuannya dengan mengunakan jasa pemandu jalur alternatif. Jadi selama kedua belah pihak (pemanfaat dan pemandu) sama-sama tidak ada masalah, menurutnya tidak masalah. "Pemanfaat bisa terbebas dari berlama-lama dijalan, yang pasti membosankan dan mengesalkan juga boros karena mesin mobil tetap menyala. Pemandu memberikan alternatif solusi berupa jasa pandu yang menghilangkan kekesalan dan pemborosan BBM," paparnya. Tuti mengatakan hal itu menjadi masalah bila salah satu pihak ada yang dirugikan. Misalnya ada oknum pemandu menawarkan jasa dengan memaksa atau dengan kekerasan, apalagi memalak. Jelas masuk kriminal. "Jadi Perlu ada pembinaan kalau terjadi seperti ini. Tapi seingat dan sepengetahuan saya tidak pernah ada pemaksaan, seikhlasnya atau sesuai kesepakatan kedua belah pihak," paparnya. Tuti pun menegaskan, Jika ada pemandu yang memaksa atau memalak, bisa langsung memfoto dan memviralkannya. Juga bisa dilaporkan ke aparat desa setempat atau kepolisian karena ini kriminal," tuturnya. Lanjut Tuti, Hal lain yang perlu dilakukan oleh aparat, dan dirinya untuk terus memberikan himbauan kepada para pemandu untuk berlaku sopan dan tidak boleh ada pemaksaan apalagi memalak kepada para pengguna manfaat pemandu. Di konfirmasi, Kapolsek Ciawi, Kompol Agus Hidayat mengatakan, video tersebut diambil tiga bulan lalu dan baru diviralkan baru-baru ini. "Sebetulnya kejadiannya sudah yang viral itu sudah tiga bulan yang lalu, itu baru diviralkan sekarang, pihak Polsek sudah melakukan upaya pemeriksaan terkait kejadian tersebut. Dan aktivitas portal sudah dihentikan," kata Agus. Sementara ini sudah kita lakukan pemeriksaan pemeriksaan kita minta di wilayah tersebut tidak ada lagi kegiatan kegiatan yang sifatnya meminta minta ke pengendara mobil yang melalui jalan tersebut," tandasnya.(jal/suf)

Editor: Maulana Yusuf

Tags

Terkini

Sabtu Pagi Bogor Diguncang Gempa, Ada yang Terasa?

Sabtu, 4 Februari 2023 | 09:50 WIB

Menghilangkan Bau Durian Secara Ampuh, Begini Tipsnya

Jumat, 3 Februari 2023 | 19:11 WIB

SMKPP Kementan Bekali Calon Wirausaha Muda Pertanian

Jumat, 3 Februari 2023 | 15:00 WIB
X