Rabu, 8 Februari 2023

Duh... Peredaran Narkoba di Kota Sukabumi Masih Tinggi

- Rabu, 21 September 2022 | 15:01 WIB
DIMUSNAHKAN: Sejumlah barang bukti dari perkara peredaran narkotika maupun obat-obatan terlarang dimusnahkan Kejari Kota Sukabumi. Peredaran narkotika di wilayah ini rupanya masih tinggi.
DIMUSNAHKAN: Sejumlah barang bukti dari perkara peredaran narkotika maupun obat-obatan terlarang dimusnahkan Kejari Kota Sukabumi. Peredaran narkotika di wilayah ini rupanya masih tinggi.

METROPOLITAN - Kejaksa­an Negeri (Kejari) Kota Suka­bumi memusnahkan barang bukti peredaran dan penya­lahgunaan narkotika maupun obat-obatan terlarang (narkoba) di ha­laman kantor Kejari, Selasa (20/9). Dalam kesempatan itu, Ke­jari Kota Sukabumi bersama Forum Pimpinan Daerah (Forkopimda) memusnahkan 4,074 gram sabu-sabu, 199 gram ganja dan 10.398 butir obat-obatan terlarang berba­gai merek. Selain itu, Kejari juga me­musnahkan barang bukti lain­nya, seperti 4 bilah senjata tajam, 15 unit handphone serta 29 timbangan digital. Barang bukti tersebut meru­pakan hasil penanganan perkara sepanjang 21 Juni sampai 19 September 2022. Kajari Kota Sukabumi, Se­tiyowati, menjelaskan, barang bukti yang ada saat ini dari jumlah total 53 perkara yang ditangani. Rinciannya, 35 narkotika, 14 UU Kesehatan, 1 pencurian dan 3 UU Daru­rat. ”Semua barang bukti yang dimusnahkan saat ini sudah memiliki hukum tetap atau inkrach,” kata Setiyowati. Menurutnya, jumlah barang bukti yang dimusnahkan ini terlihat dari perkara penya­lahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang yang masih cukup dominan. Fenomena ini terjadi bukan hanya di Kota Sukabumi, namun ham­pir di seluruh Indonesia, khu­susnya peredaran dan penya­lahgunaan narkotika jenis sabu-sabu. ”Salah satu upaya yang dilakukan Kejari adalah menjatuhkan hukuman berat,” ujarnya. Sebagai penegak hukum, sambung Setiyowati, Kejari memusnahkan ini agar tidak terjadi penumpukan barang bukti yang sudah berkekuatan hukum tetap lantaran cukup berisiko. ”Jalur perdagangan kita itu kan tembus semua wilayah. Untuk perkara sabu, kita selalu kasih hukuman berat, terutama residivis bisa ditam­bah tiga perempat hukuman­nya,” bebernya. Sementara itu, Kapolres Sukabumi Kota, AKBP SY Zainal Abidin, menambah­kan, perkara peredaran dan penyalahgunaan narkotika cukup menyorot perhatian. Adapun upaya preventif dan preemtif menyelamatkan generasi muda agar tak ter­jerumus dalam penyalahgu­naan narkotika telah dilaku­kan. ”Konteks giat yang kita lakukan lebih ke preventif, preemtif hingga penegakan hukum. Kita mengambil mo­men kemarin saat masa orientasi sekolah dan mela­kukan sosialisasi kepada remaja tentang bahaya nar­koba,” tambahnya. Menanggapi hal itu, Wali Kota Sukabumi, Achmad Fahmi, menilai ada banyak faktor mengapa angka pere­daran dan penyalahgunaan narkoba di wilayahnya cukup tinggi. ”Sukabumi ini kan menjadi kota transit. Meski pelaku atau korbannya bukan dari Kota Sukabumi,” beber­nya. Tingginya peredaran nar­koba, menjadi beban karena Sukabumi adalah kota trans­it. ”Saya yakin kalau Forko­pimda kompak, semua bisa teratasi. Kepada masyarakat, jangan mencoba sesuatu yang tidak perlu dicoba,” tegasnya. (ms/suf/py)

Editor: admin metro

Tags

Terkini

Pesawat Susi Air Dibakar, Pilotnya Disandera OPM

Rabu, 8 Februari 2023 | 09:04 WIB
X