Rabu, 8 Februari 2023

Tiga Bulan Jelang Akhir Tahun Pemkab Bogor Genjot Target Investasi

- Kamis, 6 Oktober 2022 | 15:33 WIB
Kepala Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Bogor, Dace Supriadi
Kepala Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Bogor, Dace Supriadi

METROPOLITAN.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor memang telah diganjar penghargaan sebagai pemerintah daerah yang berhasil mencetak Nomor Induk Berusaha (NIB) tertinggi ke-3 se-Jawa Barat, pada West Java Investment Summit (WJIS) 2022. Hal itu menjadi salah satu tanda banyaknya investor yang datang untuk berinvestasi di Kabupaten Bogor. Bahkan tiga bulan jelang akhir 2022 Pemkab Bogor terus mengejar target investasi. Kepala Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Bogor Dace Supriadi mengatakan, pada 2022 laju investasi di Kabupaten Bogor cukup baik khususnya pada sektor properti. Dimana banyak perusahaan-perusahaan besar yang masuk ke Kabupaten Bogor untuk berinvestasi. “Perusahaan besar seperti Agung Podomoro, Sumarecon, Ciputra dan beberapa yang lainnya sudah berimvestasi lagi yang semula sempat vakum saat pandemi Covid-19,” kata Dace. Begitu juga disektor industri yang membutuhkan padat karya cukup banyak mulai tumbuh kembali. Seperti data yang dilansir Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bogor, pada 2020 penanaman modal dalam negeri disektor perumahan, kawasan industri dan perkantoran ada 37 proyek dengan nilai investasi Rp904 miliar. Lalu pada 2021 dengan jumlah 35 proyek nilai investasinya Rp1,3 trilun. “Karena kalau industri kita memiliki kawasan berbeda dengan Bekasi atau Karawang yang memiliki banyak kawasan industri, sehingga laju investasi disana sangat tinggi,” paparnya. Sementara itu, untuk penanaman modal asing pada 2020 disektor perumahan, kawasan industri dan perkantoran dengan jumlah proyek 36 yakni Rp664 miliar. Lalu pada 2021 dengan jumlah 29 proyek nilai investasinya Rp719 miliar. “Kalau di Kabupaten Bogor kawasan industrinya sedikit seperti Bogorindo itupun sudah penuh, lalu Menara Permai Cileungsi juga sudah habis. Tinggal dibelakang Indosement yang masih ada lahan atau kapling, karena yang lainnya merupakan Kawasan Peruntukan Industri (KPI). Beda dengan kawasan industri, kalau kawasan industri satu hamparan bisa pabrik semua sedangkan KPI bercampur dengan pemukiman,” kata dia. Untuk target investasi pada 2022, Dace menyebukan Pemkab Bogor menargetkan Rp12 triliun. Sedangkan pada 2021 angka investasinya mencapai Rp9,3 triliun dan terealisasi Rp9,8 triliun. “Banyak perusahaan yang berdiri di Bogor bertahun-tahun tapi dia tidak melaporkan ke kementerian atau belum dan ini juga menjadi kendalanya,” ungkapnya. Sebelumnya, Plt Bupati Bogor Iwan Setiawan menerangkan, Kabupaten Bogor merupakan kabupaten yang besar kemudian aksesibilitasnya pun tinggi. Sehingga pihaknya harus berlomba-lomba agar para investor datang berinvestasi, dengan potensi yang kita milikinya. "Kita harus terus berinovasi memasarkan Kabupaten Bogor sebagai daerah tujuan investasi,” ungakap Iwan. (mam)

Editor: Imam Marco

Tags

Terkini

Pesawat Susi Air Dibakar, Pilotnya Disandera OPM

Rabu, 8 Februari 2023 | 09:04 WIB
X