Sabtu, 28 Januari 2023

5 Inovasi untuk Penyandang Disabilitas Dipamerkan di Bogor

- Kamis, 20 Oktober 2022 | 15:40 WIB

METROPOLITAN.id - Kementerian Sosial (Kemensos) memarken sejumlah inovasi untuk penyandang disabilitas di Sentra Terpadu Inten Soeweno, Cibinong, Kabupaten Bogor. Inovasi tersebut dibuatĀ untuk menunjang kebutuhan para penyandang disabilitas di Indonesia. Ada lima inovasi yang menjadi unggulan kali ini, yakni Tongkat Penuntun Adaptif Kartini, sensor ketinggian air, kursi roda multiguna, sepeda motor disabilitas, hingga Difabel Siaga Bencana (Difagana). Inovasi tersebut bakal dilihat para utusan negara lewat Pertemuan Dasawarsa Penyandang Disabilitas Asia Pasifik 2013-2022. Indonesia menjadi tuan rumah pertemuan yang berlangsung 19-21 Oktober 2022 tersebut. Kepala Sentra Terpadu Inten Soeweno, Muhammad Royani mengatakan, pengembangan inovasi ini adalah langkah Kemensos untuk memberikan penunjang yang maksimal kepada para penyandang disabilitas. Semua inovasi diciptakan sesuai dengan kebutuhan dan kondisi penyandang disabilitas. "Ini untuk mendukung mereka dalam beraktivitas," kata Royani saat ditemui di Sentra Terpadu Inten Soeweno, Kamis (20/10). Ia mengaku sangat bangga dengan inovasi yang dihasilkan. Menurutnya, para penyandang disabilitas akan lebih percaya diri dalam beraktivitas karena terbantu oleh inovasi-inovasi tersebut. "Karena itu adalah hal yang paling penting dalam pengembangan diri. Sejauh ini tak sedikit yang membuat gerak mereka (penyandang disabilitas) terbatas. Mereka seharusnya diberikan ruang untuk melakukan aktivitasnya," ungkapnya.
-
Di tempat yang sama, Pendamping Perakit Tongkat Penuntun Adaptif Kartini dari Sentra Terpadu Kartini Temanggung, Ragil Supriyono menceritakan proses lahirnya inovasi tersebut. Menurutnya, tongkat penunjang kebutuhan penyandang disabilitas itu tercipta saat Mensos RI, Tri Rismaharini meminta setiap sentra menciptakan inovasi yang memberikan manfaat besar kepada para penyandang untuk mendukung akitivitas tanpa hambatan pada 10 Juni 2021. Saat itu, semua perwakilan sentra dipanggil dan berkumpul untuk kemudian diminta memaparkan setiap inovasi yang telah diciptakan. Ragil menjelaskan, inovasi tongkat ini sudah ada sebelumnya. Namun, pihaknya melakukan pengembangan hingga menjadi tongkat multifungsi sesuai kebutuhan para penyandang disabilitas. Ada lima sensor yang dipasang dalam tongkat tersebut. Mode 1, yakni sensor pendeteksi jarak dan air. Mode ini akan menghasilkan notifikasi dalam bentuk nada "beep" untuk merepresentasikan jarak dan genangan air. Mode 2 juga memiliki fungsi deteksi yang sama. Bedanya, notifikasi yang dihasilkan dalam bentuk suara. Jarak direpresentasikan dalam bentuk suara "1-150 cm", dan jika ada genangan air direpresentasikan dengan suara "ada air". Sementara jika terdapat keduanya, suara akan berbunyi "ada objek dan air". Mode 3 berfungsi mengukur gas dan panas yang ada di sekitar modul tongkat. Jika ada gas yang terdeteksi, maka modul akan berbunyi "ada gas", begitu pun dengan panas yang terdeteksi menghasilkan bunyi "ada panas". Mode 4 berfungsi untuk mendeteksi kegawatdaruratan situasi. Misalnya, terjadi gempa bumi, kebakaran atau bencana alam yang lain seperti tanah longsor atau bangunan runtuh. Sedangkan Mode 5 berisi informasi cara penggunaan tongkat. "Ada sembilan penyandang disabilitas yang terlibat dalam produk tongkat ini. Sejauh ini, sudah lebih dari 5.000 tongkat yang dihasilkan dan dibagikan secara gratis kepada sentra-sentra terpadu di Indonesia," terang Ragil. Tongkat ini diperuntukkan bagi penyandang disabilitas dengan mobilitas tinggi. Cara mendapatkannya pun harus melalui mekanisme pengajuan Dinas Sosial kemudian kepada sentra sesuai dengan syarat yang ada. "Dan ini gratis, cuma harus lewat pengajuan," pungkasnya. (fin)

Editor: Arifin

Tags

Terkini

X