Sabtu, 28 Januari 2023

Sekolah Pemerintahan Desa Diharapkan Bawa Perubahan Besar

- Selasa, 25 Oktober 2022 | 16:46 WIB

METROPOLITAN.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor kembali melanjutkan program Sekolah Pemerintahan Desa (SPD) di 2022. SPD angkatan ke-2 ini diikuti 165 peserta yang terdiri dari 55 kepala desa (kades), 55 operator spasial dan 55 operator sosial. SPD 2022 mulai dilaksanakan pada Kamis (20/10) di Kampus IPB University, Dramaga, Kabupaten Bogor. Mereka akan mengikuti pendidikan yang fokus pada dua isu utama, yakni tata kelola pemerintahan desa dan desa presisi. Program tersebut dibiayai APBD Kabupaten Bogor yang dikerjasamakan dengan IPB University. Plt Bupati Bogor Iwan Setiawan menceritakan, awalnya program ini muncul dari kekhawatiran masih adanya desa yang kurang terukur dalam membuat perencanaan di Musrenbangdes. Dari situ, Pemkab Bogor juga punya keinginan untuk meningkatkan kapasitas kepala desa. "Akhirnya kita menemukan satu upaya berantai, harus ada penguatan, peningkatan kapasitas dalam hal perencanaan desa yang terukur," ujar Iwan, Selasa (25/10). Menurutnya, IPB University membuat program yang sangat bagus agar perangkat desa ini bisa memahami, menguasai dan mempraktikan apa yang sudah diberikan. Untuk itu, pesertanya juga tak hanya kades, akan tetapi operator desa. "Di sana mereka dilatih cara memetakan permasalahan, jadi benar-benar aplikatif, dilatih cara menggunakan peta desa dengan drone dan memetakan masalah-masalah di desa. IPB juga membuat aplikasi Desa Presisi yang di dalamnya data-data desa terintegrasi di situ," ungkapnya. Di tahun 2021, sebanyak 40 kades, 40 operator spasial dan 40 operator sosial telah mengikuti SPD angkatan pertama dan diwisuda pada Februari lalu. Iwan melihat ada kemajuan signifikan di desa-desa yang kades dan operatornya telah mengikuti pendidikan. "Saya melihat di musrembangdes kemarin banyak kepala desa, khusunya lulusan SPD sudah bisa mempertanggungjawabkan usulannya, lebih terukur. Makanya di tahun kedua itu perlu kita lanjutkan. Saya melihat kemarin yg sudah mengikuti pastinya ada akselarasi dalam hal pemahaman mereka tentang tata kelola pemerintahan desa," terang Iwan. Bahkan, mereka yang sudah di wisuda SPD juga membentuk kelompok alumni. Mereka saling komunikasi, bertukar informasi, ide, gagasan termasuk permaslahan sehingga membuat dinamis pembangunan di desa. "Kita semua berharap program tersebut membawa perubahan besar untuk tata kelola pemerintahan desa yang lebih baik, sehingga tercapai masyarakat desa yang maju dan sejahtera sesuai visi Kabupaten Bogor yakni termaju, nyaman, dan berkeadaban," tandasnya. (fin)

Editor: Arifin

Tags

Terkini

X