Rabu, 1 Februari 2023

Siapa Pemenang Surya Paloh vs Jokowi? LGP: Lihat di November Desember

- Kamis, 27 Oktober 2022 | 08:25 WIB

METROPOLITAN.id - Kondisi politik disebut mulai memanas, saling sindir antara Jokowi dengan Surya Paloh di forum sosmed tak terelakkan. Di HUT Golkar belum lama ini,, Surya Paloh pulang duluan. Keduanya ingin menjadi king kaker di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. Surya Paloh mengambil sikap berseberangan dengan Jokowi dengan mendeklarasikan Anies Baswedan dari Nasdem yang dinilai menjadi antitesa Jokowi. Targetnya, 10 Nopember ini deklarasi 3 partai yakni Nasdem, Demokrat dan PKS mengusung Capres Anies Baswedan. Untuk wakilnya, Demokrat mengusulkan AHY dan PKS memgusulkan Ahmad Syaikhu dan Ahmad Heriawan. Ketua Dewan Pembina Laskar Ganjar Puan (LGP) H. Mochtar Mohamad menilai kompromi agak sulit dicapai karena salah satu partai harus dikalahkan untuk posisi cawapres. "Bisa jadi salah satu partai mendapat tawaran dati poros lain yang memungkinkan kadernya bisa menjadi cawapres. Peluangnya PKS bisa ke KIB," kata Mochtar, Kamis (27/10). Menurutnya, bisa jadi Demokrat merapat ke Gerindra agar AHY mendapat posisi cawapres. Langkah ini bisa menguntungkan Prabowo dan Gerindra sebab jika tiga partai yakni Nasdem, Demokrat dan PKS jadi mendeklarasikan Capres Anies, maka Prabowo dan Gerindra trend turunnya tak terbendung lagi. "Di sisi lain, Jokowi berpacu dengan waktu, ibarat menjaga kepompong agar tidak menjadi kupu-kupu yang akan menjadi gravitasi sulit dibendung. Maka jalan kompromis adalah tiga poros dalam partai pemerintah membuka diri kepada PKS dan Demokrat. Hal ini karena di sisa dua tahun Kabinet Jokowi tidak akan fokus menangani krisis ekonomi/moneter, krisis pangan, inflasi atas kenaikan BBM dan lainnya karena akan terjebak konflik politik, keamanan dan sebagainya," ungkapnya. Mochtar menilai reshuffle terhadap anggota kabinet dari Nasdem ke PKS merupakan langkah konsolidasi kabinet yang tepat agar konflik bisa direduksi. Bila tidak, akan semakin banyak anggota kabinet main dua kaki, seperti di HUT Golkar yang mengundang Anies walaupun orangnya tidak datang. Hal seperti itu dipandang Mochtar tak boleh dianggap sepele, karena di sana juga ada pertarungan JK dengan LBP yang bisa mengakibatkan Ketum AH mengalami nasib seperti SM di Ketum PPP. Jokowi dan tiga poros yang ada di koalisi pemerintah harus kompak untuk menindaklanjuti program yang sudah didesain Kabinet Jokowi agar bisa dituntaskan 10 tahun ke depan oleh kabinet yang cuma ganti pilot dan co pilotnya ibaratnya, meminjam istilah Jokowi dalam pidatonya di HUT Golkar yang membuat Surya Paloh pulang duluan. "Pertanyaannya siapa pemenang antara Surya Paloh vs Jokowi kita liat di November Desember 2022 ini perkembangannya," pungkas Mochtar. (*/fin)

Editor: Arifin

Tags

Terkini

Ikuti Workshop Bisnis bjb PESATkan UMKM di Palembang

Selasa, 31 Januari 2023 | 16:26 WIB
X