Minggu, 29 Januari 2023

3 Anak di Bogor Meninggal Akibat Gagal Ginjal Akut, Plt Bupati Minta Edukasi Digencarkan

- Jumat, 28 Oktober 2022 | 13:18 WIB

METROPOLITAN.id - Kasus gagal ginjal akut pada anak-anak ditemukan juga di Kabupaten Bogor. Bahkan hingga saat ini, sudah 3 anak meninggal akibat gagal ginjal akut. Kondisi ini menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor. Plt Bupati Bogor Iwan Setiawan mengaku sudah mengetahui informasi tersebut. Iwan juga langsung berkoordinasi dengab Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor. "Kemarin saya sudah komunikasi dengan Dinkes, mulai dari edaran sampai teknisnya saya sudah perintahkan ke Dinkes apa yang sudah direkomendasikan atau diarahkan Kemenkes jalankan," ujar Iwan, Jumat (28/10). Iwan juga meminta Dinkes aktif melakukan pencegahan dengan melakukan sosialisasi dan edukasi terkait kasus gagal ginjal akut. Tujuannya, agar masyarakat, khususnya orang tua tidak panik saat anak mengalami demam. Orang tua diminta tidak langsung mengambil tindakan pemberian obat kepada anak yang sakit. "Jangan panik kalau anak panas, harus dikasih edukasi, ini kan sekarang inginnya praktis, misalnya belum apa-apa sudah dikasih obat antibiotik, padahal ada cara lain yang sifatnya pencegahan, jangan dulu langsung mengambil langkah dengan obat, apalagi yang keras," ungkapnya. Menurut Iwan, edukasi dan literasi mengenai penanganan anak sakit dan penggunaan obat-obatan menjadi hal terpenting dalam kondisi saat ini. Sosialisasi harus dilakukan dari tingkat desa. "Maka saya pikir edukasi bagaimana menghadapi situasi anak panas,m sangat penting. Jedi harus turun ke masyarakat, jangan apa-apa langsung dikasih obat, keseringan obat. Makanya ini penting, dimulai dari desa seperti lewat posyandu," tandasnya. Sebelumnya, kasus gagal ginjal akut terdeteksi di Kabupaten Bogor. Sejauh ini, dikabarkan ada 3 anak yang meninggal atas kasus tersebut dan satu anak menjalani perawatan dengan status suspek. Kabid Pelayanan Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) pada Dinas Keaehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor, Adang Mulyana mengatakan, dari tiga kasus meninggal, dua di antaranya merupakan kasus lama pada Agustus lalu. Sementara satu lainnya terkonfirmasi Oktober ini. “Tiga anak yang meninggal merupakan warga domisili Kecamatan Citereup, Gunungputri, dan Jonggol,” ujar Adang. Ketiga anak tersebut sempat dirawat di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta. Ketiganya memiliki riwayat mengonsumsi obat sirup yang saat ini dilarang Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Meski demikian, Adang menyebut sejak Agustus lalu semua obat sirup yang dikonsumsi anak tersebut yang ditemukan dikediamannya sudah ditarik RSCM. Sementara itu, satu anak yang berstatus suspek gagal ginjal akut kini menjalani perawatan di RS Fatmawati. “Kalau yang satu lagi masih dirawat di RS Fatmawati. Tapi masih suspek, nunggu kasih konfirmasi akhirnya. Kondisi anaknya masih bagus,” tandasnya. (fin)

Editor: Arifin

Tags

Terkini

Polres Bogor Gandeng Brimob Gencarkan Patroli Malam

Minggu, 29 Januari 2023 | 13:21 WIB
X