Sabtu, 28 Januari 2023

Plt Bupati Minta Jajarannya Turun ke Pasar, Cek Berkala Harga dan Ketersediaan Bahan Pokok

- Senin, 7 November 2022 | 12:56 WIB

METROPOLITAN.id - Plt Bupati Bogor meminta dinas dan instansi terkait untuk mengecek harga dan ketersediaan bahan pokok secara berkala. Langkah tersebut penting untuk mengantisipasi lonjakan dan kelangkaan bahan pokok. Menurutnya, langkah tersebut juga sesuai instruksi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) saat dirinya mengikuti rapat penanganan inflasi beberapa waktu lalu. Salah satu fokus utama pemerintah daerah adalah menjaga stabilitas harga dan stok bahan pokok. "Kemarin saya mampir ke Pasar Cisarua dan mengecek harga komoditi di sana. Saya minta dinas, instansi terkiat, termasuk pengelola pasar juga rutin mengecek ketersediaan dan harga pangan. Karena sesuai arahan Pak Mendagri, kita harus mengantisipasi kanaikan inflasi dampak dari krisis global. Dengan mengetahui harga dan ketersediaan bahan pokok, akan lebih mudah dalam mengambil langkah antisipasi," ujar Iwan, Senin (7/11). Sejauh ini, angka inflasi di Kabupaten Bogor masih terbilang aman atau berada di zona hijau. Namun, antisipasi tetap penting dilakukan untuk menjaga agar tak ada lonjakan inflasi. "Kita siap-siap, jangan sampai krisis dunia ini berdampak ke Indonesia. Makanya setiap Senin, seminggu sekali itu kita evaluasi terkait perkembangan inflasi," ungkapnya. Beberapa langkah juga disiapkan Pemkab Bogor untuk mengantisipasi inflasi. Misalnya, menyegarakan belanja negara, menyalurkan bantuan sosial (bansos) untuk warga, hingga menginventarisasi kelangkaan bahan pokok. "Kita juga alokasikan Dana Desa untuk ketahanan pangan sesuai arahan pusat. Inventarisasi kelangkaan bahan pokok juga dilakukan, misalnya beras, minyak goreng, cabai, itu harus diantisipasi. Makanya per tiga hari kita evaluasi sebelum dievaluasi pusat. Kita harus bisa menstabilkan harga," terang Iwan. Selain itu, akan ada bantuan untuk operasional angkutan logistik bahan-bahan pokok. Tujuannya, agar harga kebutuhan pokok yang sampai ke Bogor tak mengalami kenaikan signifikan. "Nanti operasionalnya kita subsidi. Misal beli bawang di Brebes, supaya sampai Bogor harganya tidak naik tinggi. Nanti yang 2 persen dari DAU juga kita realisasikan di November sekitar Rp10 miliar untuk UMKM. Penerimanya yang ada di pasar karena ini untuk menstabilkan harga kebutuhan pokok. Lalu juga nanti ada bansos dari APBD, kita sedang siapkan semuanya," tandasnya. (fin)

Editor: Arifin

Tags

Terkini

X