Rabu, 1 Februari 2023

Muslim Wajib Tahu, Berikut Perbedaan Jilbab dengan Hijab dalam Syariat Islam

- Jumat, 11 November 2022 | 13:42 WIB
Ilustrasi perbedaan jilbab dan hijab. (IST)
Ilustrasi perbedaan jilbab dan hijab. (IST)

METROPOLITAN.id -  Perkembangan fashion pakaian begitu beragam. Pilihan busana juga semakin beragam, termasuk di dalamnya model kerudung penutup kepala. Namun ada perbedaan istilah jilbab dan hijab dalam syariat Islam Dikutip dari radarbandung.id, Terdapat pembedaan istilah dalam penyebutan kerudung penutup kepala yang banyak disebut yakni hijab dan jilbab. Hijab biasa disebut untuk kerudung yang dihias dan dikenakan dengan variasi sedemikian rupa, sesuai selera dan kepantasan. Sementara jilbab adalah kerudung pada umumnya, baik model praktis yang langsung dikenakan, kerudung paris yang jamak di kalangan ibu-ibu, sampai model terbaru yang disebut sebagai jilbab syar’i, yang panjang menjulur menutupi bagian dada, sampai menutupi bagian perut bahkan hingga lutut. Preferensi dan kepantasan berkerudung, tentu adalah pilihan. Namun perlu diketahui, bagaimana mendudukkan istilah penutup kepala, hijab dan jilbab dalam Islam? Dikutip dari laman NU Online, setidaknya hal ini terkait dengan ayat-ayat Al Quran yang memuat istilah hijab dan jilbab. Utamanya terkait dengan perintah Allah SWT kepada para istri-istri Nabi untuk tidak berinteraksi secara terbuka kepada lawan jenisnya. Hendaknya hal tersebut dilakukan di balik hijab. Seorang sastrawan Arab bernama Ibnul Manzhur menyebutkan dalam kitabnya Lisanul Arab tentang makna hijab. Hijab bermakna As-Sitr, yang bermakna tutup. Bisa diartikan tirai, penghalang, dan sebagainya. Lalu, bagaimana tentang soal penghalang untuk lawan jenis? Hal itu terjadi pada pemaknaan surat Al-Ahzab ayat 53 yang memerintahkan istri Rasulullah SAW untuk tidak berbicara kepada selain mahram, kecuali dengan menggunakan tirai penghalang terhadap kontak langsung, atau dengan menutup wajah mereka. …وَإِذَا سَأَلۡتُمُوهُنَّ مَتَٰعٗا فَسۡ‍َٔلُوهُنَّ مِن وَرَآءِ حِجَابٖۚ ذَٰلِكُمۡ أَطۡهَرُ لِقُلُوبِكُمۡ وَقُلُوبِهِنَّۚ… Artinya: “…Apabila kamu meminta sesuatu (keperluan) kepada mereka (istri-istri Nabi), maka mintalah dari belakang tabir. Cara yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka…” Ayat di atas disebutkan terkait dengan masalah terkait etika ketika bersama istri-istri Nabi. Karenanya, hijab di atas ini bermakna penutup kontak langsung, bukan terkait pakaian.

Bagaimana dengan jilbab?

Jilbab disebutkan sekali dalam Al-Qur’an, dalam surat Al-Ahzab ayat 59. Penyebutannya dalam bentuk plural, yaitu jalabîb. يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّبِيُّ قُل لِّأَزۡوَٰجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَآءِ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ يُدۡنِينَ عَلَيۡهِنَّ مِن جَلَٰبِيبِهِنَّۚ ذَٰلِكَ أَدۡنَىٰٓ أَن يُعۡرَفۡنَ فَلَا يُؤۡذَيۡنَۗ وَكَانَ ٱللَّهُ غَفُورٗا رَّحِيمٗا Artinya, “Wahai Nabi, katakanlah terhadap istri-istrimu, anak-anakmu, dan istri-istri orang-orang yang beriman (agar) mereka mengulurkan jalaabib mereka. Demikian itu, supaya mereka lebih mudah dikenal dan tidak disakiti. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” Imam As-Suyuthi dalam kitabnya Lubabun Nuqul fi Asbabin Nuzul menyebutkan penyebab turunnya ayat di atas adalah suatu ketika, istri Nabi keluar karena suatu keperluan. Dahulu menggunakan kain penutup kepala belum begitu populer. Kemudian ternyata ada sekelompok orang nakal yang mengganggu mereka. Mereka yang digoda itu mengadu ke Rasulullah. Melalui turunnya ayat ini, maka mereka diperintahkan untuk menutupi kepala hingga dada agar mudah dikenal, serta terhindar dari gangguan laki-laki yang nakal. Selain itu, perempuan yang merdeka ditandai dengan jilbab, sedangkan budak perempuan dengan kepala terbuka. Demikianlah asbabun nuzul dan konteks turunnya ayat tentang jilbab. Maka dari paparan di atas, setidaknya dalam Islam istilah yang muncul untuk busana penutup kepala perempuan adalah jilbab dibanding hijab, meskipun dalam perkembangannya 2 kata tersebut sama-sama digunakan. Jilbab digunakan dalam masalah ajaran Islam, sedangkan istilah hijab bisa digunakan dalam percakapan sehari-hari. Perbedaan itu, asalnya bukan dibedakan berdasarkan model pakaiannya. Yang terpenting dari cara berpakaian, busana yang sopan tentu akan tampak menawan. Wallahu a’lam. (radarbandung.id)

Editor: Ryan Milan

Tags

Terkini

Ikuti Workshop Bisnis bjb PESATkan UMKM di Palembang

Selasa, 31 Januari 2023 | 16:26 WIB
X