Sabtu, 4 Februari 2023

Belum Sepekan Terpilih Lagi jadi Rektor IPB, Prof Arif Satria Dibuat Pusing Gegara Kasus Penipuan Pinjol Ratusan Mahasiswa

- Rabu, 16 November 2022 | 09:57 WIB
Rektor IPB University Prof Arif Satria saat klarifikasi kasus penipuan pinjol mahasiswanya. (Dok. Humas IPB University)
Rektor IPB University Prof Arif Satria saat klarifikasi kasus penipuan pinjol mahasiswanya. (Dok. Humas IPB University)

METROPOLITAN.id - Belum lama terpilih kembali sebagai Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) University, Prof Arif Satria kini dibuat pusing dengan urusan non akademis yang menimpa mahasiswanya. Diketahui, beberapa hari lalu terungkap bahwa sejumlah mahasiswa IPB University terlibat kasus penipuan transaksi pinjaman online (pinjol). Prof Arif Satria mengklarifikasi kasus pinjaman online (pinjol) yang tengah menimpa sejumlah mahasiswa IPB University belakangan, Selasa (15/11). Rektor mengundang para mahasiswa yang menjadi korban kasus ini guna menggali informasi yang sebenarnya terjadi. Hasilnya, mahasiswa IPB University yang terlibat merupakan korban dugaan penipuan transaksi pinjol. Saat ini, ada 116 mahasiswa IPB yang jadi korban dari total sekitar 300 orang dari sejumlah perguruan tinggi. Pada kasus ini, kata dia, tidak ada transaksi yang sifatnya individual yang dilakukan mahasiswa IPB University. “Artinya, ini bukan kasus berupa mahasiswa IPB University yang membeli barang, kemudian tidak bisa bayar. Namun ini kasus yang diduga ada unsur penipuan dengan modus baru yang dilakukan oleh satu oknum yang sama, yang sudah kita identifikasi dan dilaporkan ke polisi,” katanya. Ia menjelaskan, terjeratnya para mahasiswa berawal dari tawaran keuntungan 10 persen oleh pelaku dengan melakukan suatu ‘projek’ bersama. Mahasiswa IPB University diminta untuk mengajukan pinjaman online ke suatu aplikasi penyedia pinjaman. Lalu pelaku meminta dana tersebut digunakan untuk melakukan transaksi di toko online milik pelaku. Ia menerangkan, dari setiap nominal transaksi itu, mahasiswa dijanjikan mendapatkan komisi 10 persen dan cicilan dibayarkan oleh pelaku. Namun hingga saat ini, pelaku tidak pernah memenuhinya. “Secara institusi, IPB University kini terus melakukan langkah koordinasi dengan berbagai pihak. Kami telah berkoordinasi dengan kepolisian. Para mahasiswa IPB University juga melakukan laporan kepada pihak kepolisian. Tentu dukungan kepolisian akan sangat penting untuk menyelesaikan kasus ini,” ungkap Prof Arif. Selain itu, kata dia, koordinasi juga dilakukan dengan beberapa aplikasi penyedia pinjaman online yang digunakan pada kasus ini. Prof Arif juga sudah berkoordinasi dengan pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) guna penyelesaian kasus ini agar kunjung rampung. Diketahui, Prof Arif Satria kembali terpilih menjadi Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) untuk yang kedua kalinya. Prof Arif Satria terpilih secara aklamasi, Rabu (9/11) lalu. Hasil Sidang Paripurna Terbuka Majelis Wali Amanat (MWA) IPB ‘Dengar Pendapat Calon Rektor dengan Pemangku Kepentingan’ yang dilakukan di Kampus IPB Baranangsiang, Rabu (9/11) Prof Arif Satria terpilih secara aklamasi sebagai Rektor IPB University periode 2023-2028. “Prof Arif Satria diumumkan sebagai rektor terpilih secara aklamasi pada pukul 13:09 WIB,” jelas Ketua MWA IPB University, Prof Dr Tridoyo Kusumastanto dalam konferensi pers penetapan rektor IPB periode 2023-2028. Sebelumnya, ratusan mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) jadi korban penipuan. Berawal dari iming-iming investasi dengan untung lumayan, sejumlah mahasiswa justru masuk jebakan pelaku yang melancarkan aksinya dengan mensyaratkan pinjaman online alias pinjol. Mereka menjadi korban penipuan dengan modus pencairan dana melalui aplikasi belanja dan dibayar menggunakan pinjol. SV, salah seorang mahasiswi korban penipuan, mengaku terjerat pinjaman senilai Rp13 juta. Ia juga awalnya tergiur keuntungan usaha tersebut. ­ Awalnya kami dikenalkan oleh kakak tingkat untuk ikut proyek investasi dengan ke­untungan menggiurkan. Terus kami tertarik,” ungkapnya. Bukannya untung, SV justru ketiban sial dengan tagihan utang yang lumayan. ”Kita yang lapor sebelas orang kemarin ke polisi dari kelom­pok kita. Peristiwanya ada yang di kabupaten, ada yang di Kota Bogor. Kita laporan di polresta,” kata SV Ia menceritakan, awalnya SV bersama teman­nya tengah kepusingan men­cari sponsor untuk kegiatan mahasiswa. Lalu, seniornya dengan salah seorang pelaku bernama AS, mau memberi uang cuma-cuma dengan syarat membeli barang di toko miliknya yang tersedia di berbagai aplikasi e-com­merce seperti Shopee, Toko­pedia, Bukalapak, hingga Akulaku. ”Ditawarin proyek sama ka­kak letting kita agar ikut proy­ek ini. Uangnya lumayan. Kita dikenalin sama pelaku ini, namanya AS, dan kita kete­muan dengan AS,” terang SV. SV mengaku dibuatkan akun pinjol yang terhubung ke e-commerce, kemudian mem­beli sebuah laptop. Alamat penerima laptop pun diatur AS. Dari transaksi itu, ia dijan­jikan uang 10 persen. ”Tata cara membayarnya, kita diarahin buat membeli barang dia di akun Shopee (yang membayarnya melalui aplikasi pinjol, red). Jadi kalau misalnya pinjaman buat be­lanjanya Rp3 juta, saya dapat Rp300 ribu. Uang Rp300 ribu itu juga dipakai buat mendanai kegiatan mahasiswa,” bebernya. Sebulan kemudian, lanjut SV, tersiar kabar bahwa ada korban yang tidak dibayarkan pinja­mannya oleh AS. Termasuk tagihan pinjamannya sebesar Rp14 juta. Para korban diban­tu Karukunan Warga Bogor (KWB) menghimpun banyak korban yang akan didampingi pelaporannya. Dari laporan yang diterima, ada 321 orang dan 126 orang di antaranya mahasiswa IPB. Dengan total uang yang dipinjam Rp2.382.289.017. ”Debt colletor terus nagih tapi belum ke rumah. Ada be­berapa yang sudah ke rumah diteror dari chat. Ada yang didatangin. AS tidak tahu di mana, tapi masih bisa dihu­bungi sama kita,” tuturnya. Sementara itu, kasat Reskrim Polresta Bogor Kota Dhoni Erwanto membe­narkan adanya kejadian ter­sebut. Saat ini pihaknya sudah menerima laporan. ”Sudah beberapa LP sudah dibuat di kami,” tuntasnya. (ryn)

Editor: Ryan Milan

Tags

Terkini

Sabtu Pagi Bogor Diguncang Gempa, Ada yang Terasa?

Sabtu, 4 Februari 2023 | 09:50 WIB

Menghilangkan Bau Durian Secara Ampuh, Begini Tipsnya

Jumat, 3 Februari 2023 | 19:11 WIB

SMKPP Kementan Bekali Calon Wirausaha Muda Pertanian

Jumat, 3 Februari 2023 | 15:00 WIB
X