Minggu, 29 Januari 2023

Pengusaha di Seputar SSA Kota Bogor Tolak Wacana Penutupan Jalan Otista Imbas Pembangunan Jembatan

- Minggu, 27 November 2022 | 18:45 WIB

METROPOLITAN.id - Rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor yang bakal membangun dan membongkar ulang Jembatan Otista, yang berimbas akan dilakukannya penutupan Jalan Otista menuai penolakan dari pengusaha yang berjualan di seputar Sistem Satu Arah (SSA) Kota Bogor. Musababnya, para pengusaha menilai rencana penutupan Jalan Otista itu akan berdampak terhadap usaha yang mereka geluti untuk menafkahi para keluarganya. Seperti diakui Alan (49), pemilik usaha isi ulang oksigen yang ada di seputar SSA Kota Bogor, tepatnya di Jalan Otista, RT 03/01, Kelurahan Baranangsiang, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor. Menurutnya, hingga saat ini dirinya belum pernah dilibatkan dalam rencana pembangunan Jembatan Otista yang kabarnya akan dilakukan Pemkot Bogor pada tahun 2023 mendatang. "Dulu ada undangan, cuma untuk pembebasan aja, itupun bagi warga yang (lahannya) dibebaskan, untuk keterlibatan masyarakat dan pengusaha disini (terkait pembangunan Jembatan Otista) tidak ada," kata Alan saat ditemui di tempat usahanya, Minggu 27 November 2022. Alan pun mengaku kecewa dengan sikap yang dilakukan Pemkot Bogor. Sebab, ia bersama para pengusaha yang ada di sekitar Jembatan Otista, baru mengetahui rencana pembangunan ini dan akan dilakukannya penutupan jalan Otista melalui pesan berantai di grup Whatsapp. "Itu taunya dari grup WA, ada yang ngirim video Wali Kota Bima Arya. Sementara kita baru banget tahu, belum pernah dilibatkan," ucapnya. "Tidak dilibatkan sama sekali, diajak ngobrol atau diundang seperti ini pak dampaknya, kayanya akan begini-gini, ini malah langsung mengumumkan akan lelang proyek, langsung gitu aja," sambung dia. Atas itu, Alan mengaku bersama pengusaha lain yang ada di sekitar SSA Kota Bogor akan mengirim surat ke DPRD Kota Bogor, meminta agar dicarikan solusi terkait keberlangsungan hidup mereka. "Suratnya rencananya akan kita tunjukan ke dewan, agar bisa difasilitasi bertemu dengan wali kota dan wakilnya, untuk meminta penjelasannya bagaimana nasib kami ini," ungkapnya. "Karena otomatis dengan adanya pembangunan jembatan ini akan berdampak ke kita, dan dampak ekonominya kita rugi, gak mungkin tidak terganggu," lanjut dia. Disinggung kapan surat akan dikirimkan ke DPRD Kota Bogor, Alan mengaku akan merundingkan terlebih dahulu dengan para pengusaha yang berjumlah sekitar 15 pemilik toko yang ada di sekitar Jembatan Otista. "Rencananya Senin, tapi kita lihat nanti, semoga pada bisa di hari Senin. (Tapi yang pasti) kita sudah sepakat dan sudah membahas, rencananya kita mau berbarengan kesananya dan nanti juga kita akan bawa bukti-bukti bahwa kita memang usaha disini," ujarnya. Menanggapi itu, Sekretaris Komisi 3 DPRD Kota Bogor, Pepen Firdaus mengaku belum mengetahui persoalan ini. Namun, dirinya meyakini akan menindaklanjuti persoalan ini apabila surat aduan dari warga sudah diterima DPRD. "Kita belum tahu. Nanti kita tindaklanjuti setelah suratnya masuk ke DPRD ya," singkat Pepen. Diketahui, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor berencana bakal menutup Jalan Otto Iskandar Dinata (Otista) yang terletak di Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor pada tahun depan. Penutupan Jalan Otista yang diperkirakan memakan waktu selama 9 bulan itu sendiri dilakukan menyusul Pemkot Bogor berencana membangun dan melebarkan Jembatan Otista. (rez)

Editor: M Reza Malik

Tags

Terkini

Polres Bogor Gandeng Brimob Gencarkan Patroli Malam

Minggu, 29 Januari 2023 | 13:21 WIB
X