Minggu, 29 Januari 2023

Kisah Kankan Kehilangan Istrinya di Longsor Cianjur, Sempat Sahur Bersama, Ingin Makan Bubur

- Selasa, 29 November 2022 | 15:49 WIB

METROPOLITAN.id - Bendera kuning masih menempel di pagar rumah milik Kankan Sukanda(44), suami dari Kepala TK Islam Al-Azhar 18 Cianjur, Yeni Siti Rubaeni (45). Yeni adalah salah satu korban meninggal dunia dalam peristiwa longsor di Jalan Raya Cipanas-Cianjur Laporan: Febriula Sindisari  Senin (21/11) pukul 04:30 WIB, jadi hari terakhir Kankan bertemu istrinya, Yeni. Keduanya sempat sahur bersama di rumahnya, Gang M Assalam, RT 02/14, Kabupaten Cianjur. Semangkuk bubur ayam jadi santapan terakhir Yeni ditemani sang suami. Di rumah duka, Kankan menceritakan kegiatan bersama istrinya di hari sebelum gempa berkekuatan 5.6 magnitudo mengguncang Kabupaten Cianjur.   Tak ada firasat apa pun yang dirasakan Kankan sebelum peristiwa longsoran tebing menyeret mobil yang ditumpangi istrinya saat melintas Jalan Raya Cipanas-Cianjur. "Paginya itu saya masih sahur bareng. Dia bilang kalau ibu mau makan bubur. Kemudian setengah lima Subuh saya berangkat kerja ke Bandung. Sudah nggak ketemu lagi," ucap Kankan lirih. Kankan tak menyangka kalau mobil Avanza abu-abu yang membawa rombongan istrinya akan tertimbun tanah saat hendak pulang selepas acara di Sarongge.  Senin (21/11) tepat di hari gempa, Yeni ada acara sekolah penanaman pohon. Sekolah tempat Yeni bekerja tak jauh dari rumah. Sehari-hari istrinya berangkat pukul 06:30 WIB. "Nggak ada firasat apa apa. Malahan saat gempa itu saya khawatir sama rumah dan ibu. Kalau istri pikirannya kan kegiatan di luar ruangan, jadi pasti aman," kata Kankan sambil berusaha menahan air matanya. Namun takdir berkata lain. Setelah seharian tak mendapat kabar, Kankan justru harus menelan pil pahit kalau sang istri jadi korban longsor di Jalan Raya Cipanas Puncak. "Begitu dapat kabar, saya sudah berpikir kalau istri pasti tertimbun. Makanya saya salat gaib di sana," ucap Kankan.  Hari demi hari, doa tak pernah putus dipanjatkan. Kankan juga ingat dengan ucapan istrinya sehari sebelum kejadian. "Jadi, almarhumah bilang ibu sudah selesai, nggak punya utang sama aa sama ade. Saya bilang memang utang apa?" kata Kankan menirukan pembicaraan dengan istrinya. Kemudian saat itu istrinya menjawab kalau utang yang dimaksud adalah janjinya mengajak dua putranya umrah. Oktober 2022, sebulan sebelum istrinya berpulang ke Rahmatullah, ia sekeluarga bisa menunaikan ibadah umrah bersama. "Alhamdulilah bisa umrah. Tapi ternyata itu jadi perjalanan umrah terakhir," kata Kankan yang masih menahan tangis. Selama ini Kankan merasa istrinya, Yeni, sudah memberikan pelajaran berharga untuk berbuat kebaikan. Bahkan, walaupun tubuhnya terseret longsor, jasad Yeni ditemukan dalam kondisi utuh di dalam mobil. "Kalau logikanya, mobil jatuh begitu sudah tak akan berbentuk, tapi dengan kuasa Allah, Alhamdulillah, jenazahnya ada dalam satu mobil," urainya. Ya, di hari keempat, Kankan bisa bertemu istrinya. Walaupun dalam kondisi sudah meninggal dunia, Kankan dan dua putranya sudah bisa mengikhlaskan kepergian ibunya. (feb/py)

Editor: Ryan Milan

Tags

Terkini

Polres Bogor Gandeng Brimob Gencarkan Patroli Malam

Minggu, 29 Januari 2023 | 13:21 WIB
X