Minggu, 29 Januari 2023

Fakta-Fakta Gempa Cianjur Viral di Media Sosial yang Bikin Geleng-geleng Kepala

- Rabu, 30 November 2022 | 08:33 WIB
Kondisi tenda darurat untuk pengungsi korban gempa bumi di Cianjur. (Foto:Giffar/Metropolitan(
Kondisi tenda darurat untuk pengungsi korban gempa bumi di Cianjur. (Foto:Giffar/Metropolitan(

METROPOLITAN.id - Fakta-fakta gempa Cianjur yang viral di media sosial yang bikin geleng-geleng kepala. Gempa bumi yang terjadi di Kabupaten Bogor pada Senin 21 November 2022, menyisakan duka mendalam. Ratusan orang meninggal dunia hingga ribuan rumah rusak terdampak gempa. Di sisi lain, rupanya ada fakta gempa Cianjur yang sempat viral di media sosial. Termasuk hal-hal kontroversial seperti kejadian saat orang coba membantu, adanya oknum warga mengadang kendaraan dan kejadian lainnya. Dikutip dari lenteratimes.com, berikut beberapa fakta gempa Cianjur yang viral di media sosial dan jadi kontroversi di masyarakat.
  1. Komplain saat dapat mie instan
Berita tentang warga Cianjur yang dilanda gempa menolak bantuan mie instan menjadi viral di TikTok. Dilihat dari beberapa konten di media sosial TikTok, konten tersebut terlihat seperti keluhan para korban gempa yang mengeluhkan bantuan sembako yang hanya tersedia dalam bentuk mie instan, salah satunya dapat dilihat dari akun Instagram @gunawan… 4. Pada Sabtu 26 November 2022, akun tersebut tampak mempertanyakan kesehatan korban karena rutin mengonsumsi mie instan. “Bantuannya kebanyakan Indomi*, gimana dengan lambung mereka yaA llah” tulis pemilik akun dalam sebuah video yang diunggah. Netizen yang melihat postingan tersebut dipenuhi dengan emosi. Warganet menilai oknum tersebut tidak tahu berterima kasih dan tidak memahami situasi darurat saat bencana terjadi.
  1. Hapus label gereja
Bahkan, korban Cianjur tolak bantuan trending di pencarian TikTok. Itu dimulai ketika sebuah video beredar tentang banyak orang yang merobek label pada tanda dengan nama seorang penyumbang yang dikenal dari gereja. Dalam video yang beredar di media sosial, beberapa orang tampak membongkar tulisan'Tim Aksi Kasih Gereja Reformed Injili Indonesia'. Setelah itu, mereka merobek label tenda pengungsian tersebut. Tenda penyelamat gereja masih digunakan oleh warga. Namun, label yang diberikan pihak gereja dicopot oleh salah seorang anggota ormas. Polisi kemudian melakukan penyelidikan terhadap anggota ormas tersebut.
  1. Tanggapan dari Ridwal Kamil
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyayangkan tindakan oknum yang melepas label gereja. Menurut Ridwan Kamil, bencana tidak pernah membeda-bedakan. Sehingga masyarakat yang ingin membantu korban bencana juga tidak pilih-pilih. Menurut Ridwan Kamil, memasang baliho untuk hadiah dari pemberi bantuan adalah hal yang wajar. Ridwan Kamil menegaskan bahwa kita harus terus fokus pada kemanusiaan yang adil dan beradab. Sayangnya, di tenda pengungsian korban Cianjur, tanda identitas penyumbang bantuan telah dicabut oleh warga setempat dan tidak boleh diulang. Bencana ini datang tidak pilih-pilih dan mendampaki semua orang, semua pihak dan semua golongan di Cianjur tercinta ini. Mereka yang membantu dalam bencana tidak pilih pilih, mereka datang dari semua pihak, golongan, golongan, apapun kepercayaan atau agamanya. Wajar jika pemberi bantuan memasang bendera, spanduk, baliho, stiker, karena ini bisa menjadi bagian dari pelaporan pertanggungjawaban kepada donatur yang menitipkan bantuan. Karenanya Sila ke-2 Pancasila, “Kemanusiaan Yang adil dan Beradab” harus dijunjung dengan baik dan dipraktekkan dengan bijak. Bantuan kemanusiaan tidak boleh dipengaruhi oleh unsur kebencian kelompok. Saya sudah meminta pihak kepolisian, khususnya Kapolda Jabar untuk menindak lanjuti hal ini agar tidak terjadi lagi di kemudian hari. Walaupun kita bukan saudara seiman, kita tetap saudara nasionalisme dan kemanusiaan. (lt/ryn)

Editor: Ryan Milan

Tags

Terkini

Polres Bogor Gandeng Brimob Gencarkan Patroli Malam

Minggu, 29 Januari 2023 | 13:21 WIB
X