Minggu, 29 Januari 2023

Membangun Peradaban Dengan Semen Hijau

- Minggu, 4 Desember 2022 | 10:23 WIB
Direktur&Sekretaris Perusahaan PT Indocement Tbk, Antonius Marcos
Direktur&Sekretaris Perusahaan PT Indocement Tbk, Antonius Marcos

METROPOLITAN.id - Ma­terial to Build Our Future adalah slogan yang kini terpatri di salah satu perusahaan semen terbesar di Indonesia yakni, PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. Melalui slogan perusahaan tersebut, In­docement mewujudkan komit­mennya terhadap ‘Semen Hijau’, PT Indoce­ment memprioritaskan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola (environment, so­cial, and governance/ESG). Direktur & Corporate Secre­tary PT Indocement Tbk, Antonius Marcos mengatakan,  pihaknya melakukan berbagai upaya untuk berpikir jauh ke depan dengan memanfaatkan teknologi terkini, mengutama­kan efektivitas, dan kecepatan dalam menjalankan bisnis, serta berusaha menjadi lebih baik dalam menjalankan ke­giatan bisnis. ”Kegiatan bisnis itu harus berjalan tanpa mengesam­pingkan komitmen untuk menciptakan nilai bagi segenap pemangku kepentingan dan menjalankan bisnis yang ra­mah lingkungan secara ber­kelanjutan,” kata Marcos da­lam rilis resminya. Ia menyebut, Tim Manajemen Energi Indocement dibantu Heidelberg Cement Techno­logy Center (HTC) telah mengembangkan program konservasi energi dan Ren­cana Roadmap untuk efisien­si energi dan penurunan CO2. "Menurunkan Emisi Debu di Fasilitas Produksi Indoce­ment Sejak 2015, Indocement telah terus menerus menu­runkan emisi debu dengan memasang Bag Filter untuk menggantikan Electrostatic Precipitators," bebernya. Pada 2020, sambungnya, emisi debu rerata Indocement jauh berada di bawah standar yang ditetapkan pemerintah (19,5 mg/Nm3 vs. 60 mg/Nm3). Tak hanya itu, Marcos men­jelaskan jajarannya terus me­ningkatkan bahan bakar al­ternatif demi mengganti bahan bakar fosil. Karena persyara­tan lingkungan menjadi lebih ketat dan tuntutan kepatuhan dari otoritas meningkat. "Indocement telah mene­tapkan target untuk mening­katkan penggunaan bahan bakar alternatif sebesar 25% pada 2025, menggunakan le­bih banyak bahan baku alter­natif, mengganti klinker, dan menggunakan sumber energi terbarukan untuk sumber daya listrik," tegasnya Investasi Kehidupan di Planet Kita
-
KOMPAK-Direksi PT Indocemen TBk saat berada dilokasi IKN Berte­patan dengan Hari Bumi yang jatuh pada Jumat, 22 April 2022, jajaran direksi, manajemen, serta perwakilan karyawan PT Indocement Tunggal Pra­karsa Tbk (Indocement) atau Perseroan serentak melaku­kan gerakan tanam pohon bersama di seluruh area operasionalnya yang meli­puti Kompleks Pabrik Citeu­reup, Kompleks Pabrik Ci­rebon, dan Kompleks Pabrik Tarjun. Kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan per­seroan dalam meningkatkan kesadaran dan apresiasi ter­hadap bumi sebagai tempat tinggal manusia. Dengan mengangkat tema Hari Bumi 2022 yaitu #InvestIn Our Pla­net atau ‘Berinvestasi di Pla­net Kita’, kegiatan tahun ini Indocement juga mengajak perwakilan pemangku kepen­tingan dari masyarakat seki­tar, yaitu beberapa kelompok tani (poktan). Perseroan menyadari ke­giatan pertambangan yang dilakukan berpotensi menim­bulkan dampak bagi ling­kungan. Sebab itu, perseroan selalu berupaya mengurangi dampak kerusakan lahan melalui rencana pengelolaan dan pemantauan lingkungan sesuai Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) dan rencana reklamasi lahan pasca-tambang. Salah satu upaya adalah dengan mela­kukan kegiatan reklamasi pasca-tambang. Hingga akhir 2021, Indocement telah men­anam hampir 150.000 pohon multispesies di tiga lokasi pabriknya. Direktur & Sekretaris Peru­sahaan PT Indocement Tbk Antonius Marcos mengatakan, pohon yang ditanam juga bisa berfungsi sebagai wind­breaker atau shelterbelt dari proses produksi Indocement, serta meningkatkan suplai oksigen dan penyerapan CO2, meningkatkan penyerapan air, dan dapat menurunkan temperatur udara. “Dengan adanya momentum Hari Bumi, Indocement mengajak seluruh lapisan masyarakat di Indonesia un­tuk terus menjaga kelestarian lingkungan hidup demi masa depan bumi melalui kegiatan-kegiatan yang berdampak positif kepada lingkungan, seperti menanam pohon, menghemat penggunaan en­ergi, menggunakan transpor­tasi umum, mengurangi peng­gunaan plastik sekali pakai, ataupun mengonsumsi produk-produk daur ulang,” ujar Mar­cos. Salah satu terobosan hijau, sambungnya, yang telah dila­kukan Indocement yaitu mem­produksi semen hijau yang ramah lingkungan. Indocement telah meluncurkan Semen Hidraulis yang proses pro­duksinya menghasilkan CO2 yang jauh lebih rendah di­bandingkan dengan jenis semen portland. Proses pro­duksi semen hidraulis mam­pu mengurangi pemakaian klinker sebesar 10%–13% dan jumlah energi batu bara se­hingga jumlah CO2 yang di­hasilkan menjadi berkurang. “Selama 2021, Indocement juga berhasil menambah jum­lah penggunaan bahan bakar alternatif sampai 12,2%. Per­seroan menargetkan peng­gunaan bahan bakar alterna­tif hingga 25% di 2025. Upaya keberlanjutan lainnya yaitu penurunan emisi GRK Scope 1 yang dihasilkan perseroan tahun 2021 menjadi 606 kg CO2/ton semen ekuivalen dari tahun sebelumnya yaitu 623 kg CO2/ ton semen eku­ivalen,” bebernya. Marcos mengaku bahwa PT Indocement juga melakukan berbagai upaya melestarikan lingkungan dan telah menda­patkan evaluasi dari pemerin­tah. Hal itu ditandai perolehan Proper Hijau bagi Kompleks Pabrik Citeureup, Kompleks Pabrik Cirebon, dan Kompleks Pabrik Tarjun yang menunjuk­kan bahwa pengelolaan ling­kungan tidak terbatas hanya pada yang dipersyaratkan, namun berkesinambungan dalam pemeliharaan dan pe­libatan masyarakat. PT In­docement Tunggal Prakarsa Tbk berhasil meraih dua pen­ghargaan dalam ajang Corpo­rate Social Responsibility (CSR) dan Pengembangan Desa Berkelanjutan (PDB) Award 2022, Kamis (23/6). Dalam ajang itu, Indocement menda­patkan penghargaan kategori ‘Gold’ atas program Koperasi Batik Ciwaringin dan kate­gori ‘Silver’ atas pelaksanaan program Pusat Penelitian, Pelatihan, dan Pemberdayaan Masyarakat (“P4M”). Direktur dan Sekretaris Pe­rusahaan Indocement, Anto­nius Marcos, mengatakan bahwa raihan penghargaan kategori ‘Gold’ didapatkan karena program dari Indoce­ment dinilai berhasil mem­bawa batik tulis yang dibuat perajin Batik Ciwaringin yang meraih ecolabel dari Kemen­terian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dengan nomor register produk 25.PPLES.03.19. Sedangkan kategori ‘Silver’, jelasnya, diraih karena Indo­cement dinilai berhasil mela­kukan berbagai penelitian budi daya dalam bidang per­tanian dan perikanan yang kemudian diaplikasikan ke­pada masyarakat desa mitra. Selain itu, P4M juga memiliki spot kunjungan wisata edu­kasi yang disebut dengan 3Roda Edu-Green Park. ”Ini merupakan bukti nyata bahwa program-program CSR Indocement tepat guna dan mampu memberikan dampak positif bagi desa yang terlibat. Di Cirebon misalnya, Indoba­tik Ciwaringin telah menjadi sentra batik tulis pewarna alami bagi produksi Batik Ci­waringin sedangkan di Bogor, P4M telah sukses menerapkan hasil penelitiannya kepada masyarakat desa mitra mala­lui beragam bentuk budi daya hingga didirikannya spot kun­jungan wisata edukasi 3Roda Edu-Green Park (@3rodae­dugreenpark),” kata Marcos. CSR dan PDB Award Tahun 2022 sendiri bertajuk ‘Kontri­busi Perusahaan untuk Per­cepatan Pembangunan Desa dalam Pencapaian SDGs Desa melalui Pengembangan BUM Desa/BUM Desa Ber­sama dan Program CSR lainnya’. Marcos menjelaskan peng­hargaan ini diselenggarakan atas kerja sama antara Kemen­terian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Trans­migrasi dengan Indonesian Social Sustainability Forum (ISSF). ”Ke depan, kami (Indoce­ment) akan terus mengembang­kan program berkelanjutan yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan ling­kungan,” jelas Marcos. Komitmen Jadi Perusahaan Semen Ramah Lingkungan  PT In­docement Tunggal Prakarsa Tbk Kompleks Pabrik Citeu­reup, Kabupaten Bogor, me­maknai Hari Ulang Tahun (HUT) ke-47 dengan cara yang menyenangkan. Para direksi, komisaris, serta jajaran karya­wan PT Indocement melaks­anakan Quarry Walk dengan berkeliling area pabrik Citeu­reup sepanjang 4,6 kilometer, Kamis, 4 Agustus 2022. Direktur Utama Indocement, Christian Kartawijaya, men­gatakan bahwa kegiatan Quar­ry Walk memiliki makna jika usia yang tak lagi muda buk­anlah sebuah hambatan bagi perusahaan untuk tetap ber­gerak. “Kehadiran Indocement di bumi Indonesia selama 47 tahun ini telah banyak mem­berikan dampak positif. Di usia ke-47 ini, Indocement akan terus mendukung program pembangunan pemerintah serta terus mendorong pene­rapan operasional industri yang lebih hijau dan ramah ling­kungan,” jelas Christian dalam keterangan tertulisnya. Dalam kesempatan tersebut, ia membeberkan sejumlah capaian Indocement sebagai perusahaan yang terus tumbuh untuk menjadi salah satu pe­rusahaan semen terkemuka di Indonesia yang telah mele­wati beragam fase. Menurutnya, Indocement merupakan pelopor MASTER-TECH di bidang industri semen yang menerapkan teknologi pabrikan semen terkini. Bahkan, Indocement adalah salah satu perusahaan semen pertama di Indonesia yang mulai mene­rapkan Industri 4.0 sehingga dapat menghasilkan produk semen bermutu tinggi, kokoh, dan ramah lingkungan. “Kami terus berupaya untuk terus menurunkan emisi gas rumah kaca (GKR) Scope 1. Pada 2021, emisi GKR yang dihasilkan turun menjadi 606 kg CO2/ton semen ekuivalen turun dari tahun sebelumnya yang mencapai 623 kg CO2/ ton semen ekuivalen. Kami juga memiliki target, pada 2025 kami akan menggunakan 25 persen bahan bakar alternatif,” jelas Christian. “Selain kerja sama untuk menerima RDF dari TPST Nambo, Kami juga telah men­jajaki bekerja sama untuk menerima RDF dari Tempat Pengolahan Sampah Terpadu lainnya,” tambahnya. Indocement juga terus mem­perkuat komitmen keberla­njutannya dengan terus ber­investasi dan mengembangkan produk-produk yang ramah lingkungan. Hal ini juga seja­lan dengan Indocement New Purpose yaitu Material to Build Our Future. Bahkan, sejak 2021, Indoce­ment juga terus mendorong penggunaan ‘semen hijau’ di Indonesia. Salah satunya melalui produk Semen Hidrau­lis yang proses produksinya menggunakan kadar klinker yang lebih rendah dibanding OPC sehingga mampu men­gurangi penggunaan batu bara dan jumlah CO2 yang jauh lebih rendah. Hal itu sesuai pasar yang semakin peduli terhadap lingkungan. ”Selama lima tahun ini, kami juga telah menginvestasikan lebih dari Rp1 triliun untuk investasi keberlanjutan,” ung­kap Christian. Sebagai pelopor di sektor industri semen yang sudah menerapkan Sistem Infor­masi Pemantauan Emisi In­dustri Kontinyu (Sispek), In­docement juga secara rutin melakukan evaluasi peta jalan strategi perubahan iklim untuk memastikan penurunan emi­si sesuai target. Berbagai komitmen tersebut berhasil mengantarkan Indo­cement meraih sejumlah pen­ghargaan hijau. Antara lain, di penghujung 2021 Indoce­ment berhasil mendapatkan hattrick penghargaan PROPER Hijau dari KLHK untuk ketiga kompleks pabriknya. Yaitu, Kompleks Pabrik Citeureup, Kompleks Pabrik Cirebon, dan Kompleks Pabrik Tarjun. Menurut Christian, keseriu­san Indocement terhadap lingkungan tercermin dari dibentuknya Komite Environ­mental, Social and Gover­nance (Komite ESG) pada 2021. ”Komite ini akan mem­bantu direksi dalam menja­lankan komit­men terhadap lingkungan, kesehatan dan keselamatan, tanggung jawab sosial perusa­haan, tata kelola perusa­haan serta program-program keberlanjutan yang relevan dengan perseroan,” pungkasnya.(eka)

Editor: Eka Doyok

Tags

Terkini

Polres Bogor Gandeng Brimob Gencarkan Patroli Malam

Minggu, 29 Januari 2023 | 13:21 WIB
X