Minggu, 5 Februari 2023

Warga Kampung Bayam Luntang-lantung

- Senin, 5 Desember 2022 | 15:01 WIB
DEMO: Puluhan warga berseragam biru duduk tanpa alas di trotoar depan Balai Kota DKI Jakarta, Sabtu (26/11). Puluhan warga tersebut merupakan perwakilan korban gusuran pembangunan JIS. Mereka pun menuntut janji Pemprov DKI untuk menghuni Kampung Susun Bayam (KSB).
DEMO: Puluhan warga berseragam biru duduk tanpa alas di trotoar depan Balai Kota DKI Jakarta, Sabtu (26/11). Puluhan warga tersebut merupakan perwakilan korban gusuran pembangunan JIS. Mereka pun menuntut janji Pemprov DKI untuk menghuni Kampung Susun Bayam (KSB).

METROPOLITAN - Puluhan warga berseragam biru duduk tanpa alas di trotoar depan Balai Kota DKI Jakarta. Beratap tenda biru dan oranye. Bukan demo masak atau korban bencana. Mereka menuntut janji atas tempat tinggalnya. Puluhan warga tersebut merupakan perwakilan korban gusuran pembangunan stadion Jakarta International Stadium (JIS). Mereka pun menuntut janji Pemprov DKI untuk menghuni Kampung Susun Bayam (KSB), permukiman yang dibangun untuk warga korban gusuran. Namun sejak diresmikan Anies Baswedan yang saat itu menjabat gubernur DKI Jakarta pada 12 Oktober 2022, kepastian warga menempati KSB hingga kini belum ada kejelasan. Warga pun luntang-lantung mencari tempat tinggal. Aksi demonstrasi dan audiensi kerap dilakukan. Namun, polemik hunian Kampung Susun Bayam (KSB) hingga kini belum menemui titik terang. PT Jakarta Propertindo (Jakpro) sebagai pengelola KSB menyatakan bahwa warga dapat menghuni setelah menandatangani perjanjian dengan pihaknya dan koperasi lingkungan KSB. Perjanjian tertulis yang dimaksud Jakpro berisi permintaan untuk menyetujui harga sewa KSB sebesar Rp765 ribu. Adapun besaran tarif ini mengacu pada Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 55 Tahun 2018 tentang Penyesuaian Tarif Retribusi Pelayanan Perumahan. ”Pada prinsipnya kapan saja warga bisa menghuni KSB, jika sudah sepakat dengan isi perjanjian secara tertulis dengan pihak Jakpro dan Paguyuban atau Koperasi,” kata VP Corporate Secretary Jakpro, Syachrial Syarif, dalam rilis resminya, Sabtu (26/11). Pergub tersebut mencatat bahwa rumah susun sewa dengan bangunan blok memiliki tarif bervariasi. Lantai 1 atau unit disabilitas lantai dasar untuk tipe 36 terprogram Rp394ribu dan umum Rp765ribu. Sementara lantai 2 untuk tipe 36 terprogram Rp369 ribu, umum Rp715ribu. Lantai 3 untuk tipe 36 terprogram Rp344ribu, umum Rp665ribu. Sedangkan lantai 4 untuk tipe 36 terprogram Rp319 ribu, umum Rp615 ribu. Lalu, lantai 5 untuk tipe 36 terprogram Rp294 ribu dan umum Rp565 ribu. (mer/suf/py)

Editor: admin metro

Tags

Terkini

Sabtu Pagi Bogor Diguncang Gempa, Ada yang Terasa?

Sabtu, 4 Februari 2023 | 09:50 WIB
X