Rabu, 27 September 2023

Ini 4 Wilayah Penyumbang Kasus DBD Tertinggi di Kota Bogor, Rata-rata Jangkit Anak-anak

- Jumat, 9 Desember 2022 | 13:32 WIB

METROPOLITAN.id - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor menyebut ada empat wilayah di Kota Bogor yang menyumbang kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) tertinggi selama periode Januari-November 2022.

Keempat wilayah itu tersebar di dua kecamatan, yakni Kecamatan Bogor Timur ada di Kelurahan Katulampa dan Baranangsiang.

Kemudian, Kecamatan Bogor Selatan ada di Kelurahan Cikaret dan Mulyaharja.

"Sampai bulan November penyebaran kasus DBD terbanyak di wilayah Kota Bogor pada tahun 2022 yaitu di Kelurahan Katulampa di temukan sebanyak 92 kasus DBD," kata Kepala Dinkes Kota Bogor, Sri Nowo Retno kepada wartawan, Jumat 9 Desember 2022.

"Kemudian Kelurahan Cikaret 60 kasus DBD. Serta di Kelurahan Mulyaharja dan Baranangsiang di temukan sebanyak 50 kasus DBD," sambungnya.

Di mana, menurutnya, rata-rata usia yang terjangkit Demam Berdarah di wilayah Kota Bogor yaitu retang usia 5-14 tahun.

Diakui Retno, salah satu penyebab penyebaran kasus DBD masih tinggi di wilayah Kota Bogor, karena masih kurangnya kepedulian masyarakat untuk melakukan upaya preventif penularan penyakit DBD di wilayah Kota Bogor Apalagi, angka bebas jentik nyamuk di wilayah Kota Bogor pada bulan November masih di 94,11 persen.

Untuk itu, Dinkes Kota Bogor dibantu Puskesmas di wilayah Kota Bogor akan melakukan penanganan untuk penurunan angka DBD, yaitu dengan meningkatkan peran serta masyarakat dalam upaya pengendalian vektor nyamuk Aedes Aegypti sesuai Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik (G1R1J), dengan melaksanakan kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) secara mandiri 1 (satu) minggu sekali "Mengaktifkan G1R1J di lingkungan rumah tempat tinggal dengan cara mengajak keluarga untuk melakukan 3M plus di rumah masing-masing, dan berkoordinasi untuk membentuk jumantik lingkungan, koordinator jumantik dan supervisor jumantik," ucapnya.

Selain itu, pihaknya juga akan meningkatkan upaya 3M plus menguras, menutup dan memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk, juga menaburkan bubuk larvasida pada tempat penampungan air yang sulit dibersihkan.

"Termasuk menggunakan kelambu saat tidur, memelihara ikan pemangsa jentik nyamuk, menanam tanaman pengusir nyamuk, menghindari kebiasaan menggantung pakaian di dalam rumah yang bisa menjadi tempat istirahat nyamuk dan menggunakan anti nyamuk semprot maupun oles bila diperlukan," imbuh dia.

"Dinkes juga melakukan kegiatan pengasapan atau fogging menggunakan insektisida hanya mampu membunuh nyamuk dewasa untuk wilayah yang tercatat terjangkit Demam Berdarah," ujarnya.

Sebelumnya, Dinkes Kota Bogor mencatat jumlah warga terjangkit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Bogor mengalami kenaikan pada tahun ini.

Tercatat, selama Januari-November tahun 2022, ada sebanyak 1.428 warga Kota Bogor yang terjangkit dan delapan orang meninggal dunia akibat penyakit yang disebabkan gigitan nyamuk Aedes aegypti & Aedes albopictus betina itu. "Iya benar.

Ini data kumulatif dari Januari sd November," kata Sekdis Dinkes Kota Bogor, Erna Nuraena kepada wartawan, Jumat 9 Desember 2022. Meski begitu, dari jumlah warga terjangkit DBD ini sudah ada beberapa yang berangsur membaik dan sembuh.

Halaman:

Editor: M Reza Malik

Tags

Terkini

Pelajar 17 Tahun Bacok Leher Gurunya Sendiri

Selasa, 26 September 2023 | 20:54 WIB
X