Jumat, 3 Februari 2023

25 Januari 2023 Diperingati Sebagai Hari Gizi Nasional, Ternyata Begini Sejarahnya...

- Rabu, 25 Januari 2023 | 09:29 WIB
Tema Peringatan Hari Gizi Nasional 2023. (Instagram @dit.promkes)
Tema Peringatan Hari Gizi Nasional 2023. (Instagram @dit.promkes)


METROPOLITAN.id - Hari ini tanggal 25 Januari 2023 diperingati Hari Gizi Nasional atau biasa disingkat HGN. Setiap tahun diperingati karena menjadi momentum penting dalam menggalang kepedulian dan meningkatkan komitmen dari berbagai pihak untuk bersama membangun gizi menuju bangsa sehat berprestasi.

Dengan mempertimbangkan permasalahan Stunting yang belum mencapai target, dan evidence bahwa konsumsi protein hewani berkorelasi mencegah Stunting, peringatan HGN ke 63 tahun 2023 mengangkat Tema ''Protein Hewani Cegah Stunting''; Slogan ''Protein Hewani Setiap Makan'' dan ''Isi Piringku Kaya Protein Hewani''.

Sejarah HGN

Mempelajari sejarah gizi di Indonesia, upaya perbaikan gizi masyarakat telah dimulai sejak tahun 1950, yaitu saat Menteri Kesehatan Dokter J Leimena Bapak Gizi Indonesia mengangkat Profesor Poorwo Soedarmo sebagai kepala Lembaga Makanan Rakyat (LMR), yang waktu itu lebih dikenal sebagai Instituut Voor Volksvoeding (IVV) yang merupakan bagian dari Lembaga Penelitian Kesehatan yang dikenal sebagai Lembaga Eijckman. Profesor Poorwo Soedarmo dikenal sebagai Bapak Gizi Indonesia.

Baca Juga: Derita Gizi Buruk, Balita di Cigudeg Meninggal


Hari Gizi Nasional (HGN) diselenggarakan untuk memperingati dimulainya pengkaderan tenaga gizi Indonesia dengan berdirinya Sekolah Juru Penerang Makanan oleh LMR pada tanggal 25 Januari 1951. Sejak saat itu pendidikan tenaga gizi terus berkembang pesat di banyak perguruan tinggi di Indonesia. Kemudian disepakati bahwa tanggal 25 Januari di peringati sebagai Hari Gizi Nasional Indonesia.

Hari Gizi Nasional pertama kali diadakan oleh Lembaga Makanan Rakyat (LMR) pada pertengahan tahun 1960-an, kemudian dilanjutkan oleh Direktorat Gizi Masyarakat sejak tahun 1970-an hingga sekarang. Tema besar HGN di era RPJMN 2015-2019 adalah “Membangun Gizi Menuju Bangsa Sehat Berprestasi”.

Tahun ini tema HGN berfokus pada stunting. Sebab, angka stunting di Indonesia masih tinggi yaitu 24,4% (SSGI 2021), walaupun terjadi penurunan dari tahun sebelumnya yaitu 27,7% (SSGI 2019) namun masih butuh upaya untuk mencapai target penurunan stunting pada tahun 2024 sebesar 14%.

Baca Juga: Puskesmas Sukajaya Bentuk Timsus Tangani Gizi Buruk

Tren data SSGI 2019-2021, menunjukkan Stunting terjadi sejak sebelum lahir, dan meningkat paling banyak pada rentang usia 6 bulan 13,8% ke 12 bulan 27,2% (SSGI 2019). Dari data tersebut kita dapat melihat pentingnya terpenuhi gizi ibu sejak hamil, menyusui dan gizi pada MP-ASI balita.

Gizi ibu hamil penting untuk mencegah stunting yang saat lahir yang sudah 23%. Kondisi stunting saat lahir dapat terjadi akibat kekurangan gizi dan anemia saat remaja sampai saat kehamilan. Oleh karena itu asupan gizi ibu hamil yang adekuat, sangat penting untuk mencegah ibu hamil KEK dan anemia agar tidak melahirkan bayi stunting.

Halaman:

Editor: Fadlya El'Arsya

Sumber: promkes.kemkes.go.id

Artikel Terkait

Terkini

Formula E masih Punya Utang Rp90,7 Miliar

Kamis, 2 Februari 2023 | 15:00 WIB

Ingin Buah Hati Aktif dan Ceria, Yuk Simak Tips Ini

Kamis, 2 Februari 2023 | 12:18 WIB
X