Senin, 30 Januari 2023

Jadi Kepala BNPT, Ini yang Mau Dilakukan Tito

- Kamis, 17 Maret 2016 | 09:42 WIB

METROPOLITAN.ID - Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) resmi melantik Kepala Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) Komjen Tito Karnavian di Istana Negara, Jakarta Pusat, kemarin. Tito menggantikan Mayjen Polisi Saud Usman Nasution yang memasuki masa pensiun. Usai dilantik, Tito mengaku sudah mempunyai konsep dan strategi pencegahan dan pena­nganan terorisme yang akan ia jalankan di BNPT. ”Ada tiga tahapan dalam pe­nanganan terorisme: pencegahan, penegakan hukum/penindakan dan rehabilitasi pasca penangkapan. Tugas utama BNPT adalah pencegahan dan rehab,” kata Tito di Istana Negara, Kompleks Istana Kepresidenan, kemarin. Langkah itu tak dapat dilakukan lembaga yang dipimpinnya saja. Perlu koordinasi yang melibatkan semua instansi. ”Tak cukup dengan pemerintah, harus juga lembaga nonpemerintah termasuk civil society. Nah itu tugas saya nanti,” imbuhnya. Tito mengaku mempunyai konsep tersendiri tentang pencegahan terorisme dan rehabilitasi. Konsep itu didapat saat melakukan kajian dan ada dalam disertasi doktoral yang dibuat. ”Saya doktor di bidang itu. Kunci utamanya adalah bagaimana meyakinkan semua stakeholder untuk duduk ber­sama membuat program yang lebih kontekstual dan sistematis,” jelasnya. Lebih lanjut mantan Kapolda Metro Jaya itu memaparkan program rehabilitasi bagi para mantan teroris. Pertama, kata dia, harus dilakukan motif dan peran mereka saat bergabung dalam gerakan itu. Para pelaku atau mantan teroris yang telah menyadari kesalahannya harus mendapat perlakukan berbeda saat menjalani rehabilitasi. Sementara itu, posisi Tito sebagai Kapolda Metro diisi Irjen Pol Moechgiyarto yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolda Jabar. Tito menjabat sebagai Kapolda Metro Jaya sejak Juni 2015. Selama memimpin Tito telah membuat sejumlah gebrakan. Di antaranya membongkar kasus korupsi dwell time yang melibatkan Dirjen Daglu Kemendag Partogi Pangaribuan. Tito bahkan turun ke lapa­ngan untuk meredam massa sejumlah karyawan JICT Pelabuhan Tanjung Priok yang hendak melakukan aksi unjuk rasa. Tito juga memediasi antara karyawan dengan manajemen. Mantan Kapolda Papua itu pun termasuk polisi yang men­dapat Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KLB) saat tergabung dalam tim Bareskrim Polri yang melumpuhkan teroris Dr Azahari dan kelompoknya di Batu, Malang, Jawa Timur, 9 November 2005. Ia mendapat penghargaan dari Kapolri saat itu, Jenderal Sutanto bersama para kompatriotnya. (lip/dtk/er/wan)

Editor: admin metro

Terkini

9 Korban Wowon Cs Tewas, Terakhir Anak-Istri Dihabisi

Jumat, 20 Januari 2023 | 10:01 WIB

Sebulan Dua Kali Tawuran di Bogor, 1 Tewas

Senin, 16 Januari 2023 | 10:01 WIB

Faskes Bogor nggak Masuk Standar WHO

Jumat, 13 Januari 2023 | 10:01 WIB

HUT Ke-50, PDIP Panaskan Mesin Partai Jelang Pemilu

Senin, 9 Januari 2023 | 23:00 WIB

Pergi Haji Normal Lagi, Batasan Usia Dihapus

Senin, 9 Januari 2023 | 10:01 WIB
X