Rabu, 8 Februari 2023

Ini Sosok Emak-emak Terduga Kampanye Hitam Jokowi

- Selasa, 26 Februari 2019 | 10:35 WIB

METROPOLITAN - Jajaran Polres Karawang dan Polda Jawa Barat mengamankan tiga wanita yang diduga melakukan ujaran ke­bencian dan kampanye hitam terhadap pasangan capres dan cawapres nomor urut 01, Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin.

Kapolres Karawang Ajun Komisaris Besar Polisi Nuredy Irwansyah Putra mengatakan, ketiganya diamankan pada Minggu (24/2) sekitar pukul 23:30 WIB. "Sebagai tindakan preventif kepolisian, ketiga ibu-ibu ter­sebut diamankan Polres Karawang bersama-sama dengan Polda Jabar," kata Nuredy. ­ Dari informasi yang dihimpun, ketiga ibu-ibu tersebut berin­sial ES (49), IP (44) dan CW (43). Ketiganya saat ini dibawa ke Polda Jawa Barat guna mela­kukan pemeriksaan. Polisi juga menyita ketiga handphone ibu-ibu tersebut. "Saat ini yang bersangkutan masih berada di Polda Jabar," ujarnya. Terkait penangkapan itu, Ba­dan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga mela­kukan pengecekan apakah ketiga ibu-ibu yang diamankan itu merupakan relawan Partai Emak-emak Pendukung Pra­bowo Sandi (Pepes). BPN me­negaskan relawan BPN Prabo­wo-Sandi diminta tidak meny­ebarkan hoaks. Konsekuensi hukum pun akan menanti para pelanggar. "Kalau melanggar, itu memang konsekuensi harus siap dipro­ses hukum, tetapi di sisi lain kami ingin penegak hukum berlaku adil," kata juru bicara BPN Prabowo-Sandiaga, Pipin Sopian, di Jalan Sriwijaya, Ja­karta Selatan, Senin (25/2/2019). Hal sama dikemukakan Di­rektur Hukum dan Advokasi BPN Sufmi Dasco Ahmad. Ia membantah ada instruksi un­tuk melakukan kampanye hitam ke relawan Pepes di Karawang. Instruksi yang diberikan adalah sosialisasi soal Prabowo-San­diaga. "Tidak ada instruksi, memang relawan Pepes terdaftar di di­rektorat relawan Prabowo- Sandi. Memang diminta mela­kukan sosialisasi," kata Dasco setelah meresmikan DPD Gerindra Banten di Karundang, Kota Serang, Senin (25/2/2019). Dasco menegaskan kampanye hitam yang dilakukan tiga emak-emak di Karawang itu di luar batas pengawasan BPN. Itu bisa saja adalah respons atas viralnya berbagai isu yang se­belumnya menyerang Prabowo- Sandi. BPN selanjutnya berkoordi­nasi dengan Pepes terkait pengamanan tiga emak-emak oleh polisi. Namun belum ada kepastian terkait pemberian bantuan hukum terhadap ke­tiga perempuan tersebut. "Kita belum tahu salah atau nggak. Ini sementara sedang ada rapat koordinasi pimpinan pusat Pepes dengan Direktorat Advokasi Prabowo-Sandi di Jakarta," kata Dasco. Sebelumnya, warga Karawang dibuat geger dengan video aksi sosialisasi berisi kampanye hitam terhadap Jokowi-Maruf yang viral di media sosial. Sebab, diduga kuat peristiwa dalam video itu terjadi di Karawang. Dalam video yang beredar, dua perempuan tersebut ber­bicara dalam bahasa Sunda saat kampanye door to door. Warga diyakini bahwa Jokowi akan melarang azan dan membole­hkan pernikahan sesama jenis. "Moal aya deui sora azan, moal aya deui nu make tieung. Awewe jeung awewe meunang kawin, lalaki jeung lalaki me­unang kawin," kata perempuan di video yang viral itu. Jika diartikan, ajakan itu me­miliki arti, “Suara azan di masjid akan dilarang, tidak akan ada lagi yang memakai hijab. Perem­puan sama perempuan boleh kawin, laki-laki sama laki-laki boleh kawin”. (de/feb/run)

Editor: Administrator

Tags

Terkini

Sopir Angkot Racik Ganja Sintetis lewat Video Call

Rabu, 8 Februari 2023 | 10:08 WIB

Plaza Bogor Dibongkar usai Lebaran, Pedagang Girang

Kamis, 2 Februari 2023 | 12:14 WIB

Tiga Bocil Puncak Jadi Korban Pedofil

Rabu, 1 Februari 2023 | 10:02 WIB
X