Rabu, 1 Februari 2023

Anak Ditabrak Calon Lurah Hingga Tewas, Driver Ojol Cari Keadilan, Kini Kasusnya Ditangani Kepolisian

- Selasa, 10 Maret 2020 | 10:00 WIB
DUKA: Bhianka Zhietara Rasyah, gadis mungil yang meninggal dunia karena ditabrak salah satu calon lurah di Cibungbulang, Kabupaten Bogor.
DUKA: Bhianka Zhietara Rasyah, gadis mungil yang meninggal dunia karena ditabrak salah satu calon lurah di Cibungbulang, Kabupaten Bogor.

METROPOLITAN - Kehilangan orang tercinta tentunya sungguh sangat menyakitkan. Apalagi, kepergian atau kematiannya terjadi karena ketidakwajaran. Hal itu pula yang saat ini tengah dirasakan keluarga Marwansyah, warga Perumahan Permata Hijau, Desa Sukamaju, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor. Satu bulan lebih pria yang berprofesi sebagai driver ojol kehilangan putri tercintanya, Bhianka Zhietara Rasyah alias Ara. Gadis mungilnya ini meninggal dunia karena jadi korban kecelakaan. Ia ditabrak salah satu calon lurah yang hingga sampai saat ini tidak melakukan pertanggungjawaban. Kepada Metropolitan, Marwansyah menceritakan kisah tragis dari kecelakaan yang merenggut anak kesayangannya itu. Tepat pada Kamis (23/1), kecelakaan tragis terjadi di komplek Perumahan Permata Hijau Bogor. Dalam kecelakaan tersebut, ternyata anaknya sedang bermain dengan temannya di komplek perumahannya. "Siang itu putri kami dan temannya (DILA) sedang bermain di sekitar perumahan, tanpa di sadari ada sebuah mobil Honda HRV berwarna putih yang NOPOLnya belum saya ketahui dan dikendarai oleh sodara Hermawan Alias Ego datang dari arah luar perumahan dan menyebabkan putri kami beserta temannya yang sedang bermain tertabrak," katanya kepada Metropolitan, kematin. Akibatnya, putrinya itu mengalami kondisi kritis dan langsung dilarikan ke RS terdekat oleh warga sekitar. Namun, istrinya yang mencari keberadaan putrinya itu tidak diberitahu oleh warga yang membawa putrinya tersebut. "Setelah dapat kabar putri saya kecelakaan dan meninggal dunia. Saya dan keluarga di Jakarta langsung berangkat ke Bogor," sambung driver ojol yang biasa narik di Jakarta. Sesampainya di Bogor, ternyata putrinya sudah dalam kondisi meninggal dunia. Namun, Marwan heran mengapa proses pemakaman yang dilakukan kepada putrinya terkesan disegerakan. Padahal dari pihak keluarganya sudah memberitahukan bahwa masih ada keluarga yg masih dalam perjalanan. “Tetapi warga tetap ingin jenazah dimakamkan sesegera mungkin dengan alasan kasihan jika ditunda-tunda. Sampai ke masalah tempat pemakaman pun pihak keluarga tidak dilibatkan,” ucap dia. "Secara kondisi mental dan akal yan tidak sehat pada saat itu, maka kami sekeluarga tidak bisa berpikir dengan jernih untuk mengambil setiap keputusan. Maka kami mengikuti keinginan warga," sambungnya. Ia pun mengaku dari awal sampai di Bogor hingga selesai pemakaman, driver yang ngebid di jakarta ini, tidak melihat dan bertemu dengan pihak penabrak sama sekali. Sehingga ia dan pihak keluarga memutuskan untuk melapor ke pihak berwajib, tapi lagi-lagi pihak warga mencegahnya, dengan alasan diselesaikan secara kekeluargaan saja. "Tapi kenyataannya sampai saat ini setelah 40 hari lebih kami menunggu dan memberi kesempatan kepada si penabrak, ternyata tidak ada etikad baik maupun bentuk kekeluargaan yang di tunjukkana atau dilakukan secara langsung oleh si penabrak terhadap kami," Oleh karena itu, pihaknya pun akhirnya memutuskan untuk membuat laporan kepolisian atas apa yang sudah menimpa putrinya. Namun sayang, kenyataannya tidak semudah itu. Marwan yang mengaku sudah melapor ke Lakalantas Polres Bogor, mendapati tidak ada perkembangan dari kasus yang sudah merenggut nyawa anaknya itu. Menurutnya, hal itu dikarenakan baramg bukti berupa mobil yang sudah menabrak anaknya ini tidak lagi digunakan oleh si pelaku dan sudah di oper kredit. "Hingga kini, pelaku masih bebas berkeliaran tanpa diproses secara hukum. Saya akan terus berupaya untuk memperjuangkan keadilan secara hukum atas meninggalnya putri kami," ujarnya. Namun, saat dikonfirmasi, Kasatlantas Polres Bogor, AKP Fadly Amri mengaku kalau laporan tersebut saat ini sedang di proses. "Sudah di tangani unit laka dan saat ini masih dalam proses penyidikan," pungkasnya.(dil/c/rez)

Editor: Administrator

Tags

Terkini

Tiga Bocil Puncak Jadi Korban Pedofil

Rabu, 1 Februari 2023 | 10:02 WIB

9 Korban Wowon Cs Tewas, Terakhir Anak-Istri Dihabisi

Jumat, 20 Januari 2023 | 10:01 WIB

Sebulan Dua Kali Tawuran di Bogor, 1 Tewas

Senin, 16 Januari 2023 | 10:01 WIB
X